oleh

Kades Golo Meleng Bantah Lakukan Pungli Dana BLT

BORONG, POSFLORES.COMKepala Desa Golo Meleng, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Wihelmus Mo, membantah informasi yang beredar di publik terkait adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada 99 Kepala Keluarga penerima BLT di desa itu.

Kades Wihelmus, kepada posflores.com, Kamis, 28 Mei 2020 mengatakan, kemungkinan warga di desanya salah dengar. Dikatakan Wihelmus, terkait dugaan pemotongan dana BLT dari jumlah Rp. 1.200.000, menjadi Rp. 1.100.000, untuk penerimaan dua bulan tahap pertama, terhitung bulan April dan Mei. Kades Mo mengatakan bahwa itu tidak benar.

Wihelmus menjelaskan, memang ada keikhlasan dari penerima BLT untuk memberinya uang karena melihat kondisinya yang sedang mengalami sakit. Tetapi dari 99 KK penerima BLT, terdapat dua kepala keluarga yang tidak ikhlas dan uangnya dikembalikan.

“Kita tidak melakukan pemotongan, tetapi karena ada warga yang tidak tau sama sekali tentang itu mereka laporkan bahwa ada pemotongan. Hingga terjadi kemarin (27/5/2020) Camat Rana Mese, Ibu Maria Anjelina Teme, langsung datang untuk mendengar klarifikasi dari kami dan ternyata apa yang saya jelaskan ke Ibu Maria sama juga dengan apa yang dikatakan oleh penerima BLT bahwa ada keikhlasan,” jelasnya.

Terkait kunjungan  Camat Rana Mese untuk mendengarkan klarifikasi dari Pemdes Golo Meleng, Kades Wihelmus menjelaskan bahwa, pihaknya telah membuat berita acara dan sudah diantar ke Polres Manggarai Timur.

Kades Wihelmus menambahkan, pada tanggal 15 Mei 2020 Pemerintah Desa telah membagikan BLT tahap pertama tersebut sesuai dengan aturan dari pusat dengan jumlah Rp. 600.000 per bulan yang diambil dari 30 persen Dana Desa (DD).

“Sedangkan untuk sementara 30 persen anggaran DD belum bisa dijelaskan karena kita belum melakukan perubahan APBDES. Karena perioritas awalnya dianggarkan untuk pembangunan proyek. Namun munculnya covid kita belum melakukan perubahan APBDES karena kendala Covid ini,” ungkapnya.

Menurut Wihelmus, untuk warga yang namanya belum diinput karena kendala Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau yang belum kumpul data. Kades Wihelmus  berharap untuk segera dimasukan untuk mendapatkan pada tahap selanjutnya guna memenuhi 30 persen DD.

“Kita pastikan bagi warga yang belum dapat bantuan akan dapat di tahap selanjutnya. Tetapi disesuaikan dengan dana 30 persen karena dana itu berlaku juga untuk posko dan relawan,” tutup Wihelmus. [Wihelmus Susu]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

News Feed