Banner-Top
Banner-Top

Kades Mbengan Bantah Pernyataan Yakobus Lalong

Yohanes Tobi, Kades Mbengan, Kota Komba, Matim. Foto/dok. Yohanes Tobi.
Yohanes Tobi, Kades Mbengan, Kota Komba, Matim. Foto/dok. Yohanes Tobi.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COMKepala Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Tobi, membantah pernyataan Yakobus Lalong(65) terkait tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Hal ini dikatakan Kades Mbengan untuk mengklarifikasi berita Posflores.com edisi sebelumnya(23/9) tentang seorang lelaki tua bernama Yakobus Lalong, yang mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

“Begini rekan wartawan, semenjak Raskin bergulir yang sekarang namanya Rastra, bapak ini(Yakobus Lalong) tidak terdaftar dalam daftar penerima manfaat(dpm). Akan tetapi tahun 2016 mereka(Yakobus/red) dapat rastra namun hanya sedikit, karena saat itu saya masih menjabat ketua BPD,” kata Yohanes.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, atas sarannya kepada PJS Kades saat itu maka Yakobus Lalong mendapat pembagian Rastra.

“Saya beri saran pada pejabat sementara Kades Mbengan saat itu untuk bagikan juga rastra tersebut kepada Yakobus. Maka dari itu PJS kades membagi Rastra ke bapak tua ini dengan orang-orang tua yang tidak tercover namanya. Lalu, tahun 2017 dan 2019 bapak tua ini tetap dapat, itupun karena kebijakan yg diambil Pemdes. Kita sudah usulkan nama yang bersangkutan dan puji Tuhan bapak tua ini mendapat jatah rastra,” jelas kades Mbengan.

“Pada hari Sabtu, 21/08/2019, lanjut Yohanes, Pemdes ada jadwal pembagian Rastra, dan saat itu juga saya pesan ke tetangga yang bersangkutan agar datang ambil Rastra. Akan tetapi anaknya tidak juga datang. Tadi(23/9) sore sekitar jam 17:00 saya ketemu anaknya dan saya suruh datang ambil Rastra. Namun yang bersangkutan buru-buru ke Ruteng,” jelas Yohanes.

Terkait rumah tidak layak huni, menurut Yohanes, masih banyak rumah yg lebih parah lagi dari rumah milik Yakobus Lalong.

“Terkait rumah tidak layak huni, masih banyak rumah yang lebih parah lagi dari rumah bapak tua ini. Pada tahun 2018 kita ada bntuan untuk 10 kk, dan Yakobus Lalong kemungkinan dapat jatah untuk tahun ini. Yang kami intervensi tahun lalu itu betul-betul kk yang harus dibantu. Ada yang janda 5 orang, cacat karena tngan kanan diamputasi 1 orang, duda yang miskin 1 orang, keluarga miskin korban angin 1 orang dan keluarga sangat miskin 2 orang,” ujar Yohanes Tobi.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top