oleh

Kades Sita: Secepatnya Uang itu akan Ditarik Kembali

BORONG, POSFLORES.COMSiprianus J. Lahut, Kepala Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, menanggapi tuduhan sekelompok warga di Desa Sita kepada dirinya.

Tuduhan yang dilontarkan terhadap Kades Sita tersebut terkait pendataan dan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD yang dinilai warga, tidak tepat sasaran.

Kepada posflores.com, Kamis, 4 Juni 2020, Siprianus menjelaskan bahwa, pihaknya akan meminta kembali uang yang terlanjur diterima oleh salah satu THL dan anggota BPD.

“Kemarin saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas PMD. Beliau meminta saya untuk segera menarik kemali uang BLT dari kedua orang tersebut,” jelas Siprianus.

Kades Sipri mengatakan, secepatnya akan memanggil kedua orang tersebut (THL, BPD) agar proses pengembalian uang sesuai dengan prosedur.

“Secepatnya saya akan memanggil mereka. Nanti prosedur pengembaliannya sesuai prosedur, seperti surat penyerahan bermeterai dan kuitansi,” katanya.

Menurut Siprianus, sebelumnya pihak desa memiliki pertimbangan khusus kepada salah satu anggota BPD dan THL yang terdata sebagai penerima BLT.

“Waktu itu kami punya pertimbangan khusus untuk mereka. Salah satu anggota BPD dia adalah seorang duda, sedangkan yang THL salah satu anaknya menderita cacat. Itulah yang menjadi pertimbangan kami,” ungkapnnya.

Dirinya mengaku, terkait tuduhan warga yang manyatakan bahwa, salah satu aparat desa (kepala dusun), terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) itu tidaklah benar.

“Yang dia terima waktu itu bantuan sosial (bansos) dari pusat, bukan BLT. Penetapan namanya juga dari pusat, jadi pihak desa tidak punya kewenangan untuk mengintervensi,” jelas Siprianus.

Menurut Siprianus, aparat desa yang bersangkutan juga kaget namanya ada sebagai penerima bantuan.

“Sekali lagi saya tekankan bahwa, aparat desa yang terima bantuan tersebut bukan dana BLT melainkan Bansos dari pusat,” tutup Kades Siprianus. [Marselino Ando]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

News Feed