Banner-Top
Banner-Top

Kadis Dukcapil Manggarai Timur Dinilai Arogan

Kadis Bonavantura. Foto/HA.
Kadis Bonavantura. Foto/HA.

BORONG, POSFLOREE.COMKepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manggarai Timur, Robert Bonavantura, dinilai arogan. Hal tersebut dikatakan seorang warga berinisial JR (15/7/2020). Kata dia, hal tersebut dialaminya saat mengurus data kependudukan.

Menurut warga asal Desa Golo Lero, Kecamatan Poco Ranaka Timur tersebut, kejadian itu bermula ketika dirinya masuk ke salah satu ruangan dan dianggap menggangu aktifitas petugas.

“Ada 3 KK yang saya urus data kependudukannya. Lalu ada petugas bagian pintu depan mempersilahkan saya masuk ke dalam salah ruangan guna menyampaikan kebenaran data saya. Sekembalinya dari ruangan itu, tiba-tiba Kadis langsung bentak saya. “Kenapa masuk ke dalam? Siapa yang suruh? kau tidak lihat semua orang antri di depan? kau keluar!!,'” ucap JR menirukan perkataan Kadis Bona.

Dirinya mengaku, berkas-berkas itu sudah ia masukan sejak tanggal 8 Juli 2020. Kedatangannya hanya untuk mengambil pembaharuan kartu keluarga dan akta kematian kakak kandungnya.

“Sudah dari 1 Minggu lalu saya masukan berkas yang berkaitan dengan pembaharuan kartu keluarga, akta kelahiran, akta nikah dan akta kematian kakak kandung saya. Mereka keluarga saya. Mereka mengalami kesulitan untuk mengurusnya, makanya saya berniat untuk bantu,” kata JR.

Menurut JR, sebelumya ada warga yang mengurus berkas orang lain tetapi tidak dipermasalahkan dan berjalan mulus.

“Saya memperoleh informasi kalau sebelumnya ada warga yang mengurus berkas orang lain sebanyak 60 KK dan semuanya berjalan lancar,” ucapnya.

Dia berharap, Dukcapil Matim mau merefleksi hal ini dan perbaiki tata kelola administrasi serta mekanisme pelayanan yang santun dan penuh kasih.

“Semoga sistem pelayanannya berubah supaya kami orang kampung tidak merasa takut, segan dan kuatir dengan urusan selanjutnya. Dan saya berharap pak Kadis ini tidak bersikap arogan,” harap dia.

Sementara itu Kadis Dukcapil Matim, Robert Bonavantura, kepada posflores.com, Kamis, 16 Juli 2020 membenarkn hal itu. Dirinya mengaku menegur yang bersangkutan lantaran melanggar SOP DUKCAPIL.

“Yang bersangkutan tidak boleh langsung masuk ketemu operator. Ada petugas loket untuk pengaduan masalah. Ketika ditanya siapa nama keluarga yang mau diambil? Jawabannya tidak tahu. Makanya saya berpikir orang ini masuk ruangan operator tanpa izin. Jangan-jangan calo,” kata Bona.

Menurutnya, kalau yang bersangkutan bisa masuk dan tidak mengikuti antrian, pasti masyarakat yang lagi antri akan berkecil hati. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top