Kadis P dan K Matim Akan Mutasikan Kepsek SDN Wae Mamba

Ilustrasi(google image)

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.com–Oknum Kepala Sekolah yang mengabdi di Sekolah Dasar Negeri Wae Mamba Kecamatan Elar yang melakukan kekerasan pada anak didiknya akan diturunkan menjadi guru biasa pada bulan Agustus mendatang.

Hal ini dikatakan oleh kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto pada Jumat(13/7/2019). Teto mengatakan bahwa sanksi akan dijatuhkan kepada oknum Kepsek pada bulan Agustus.

“Bulan depan, kita akan mutasikan kepsek yang melakukan kekerasan pada anak didiknya, kita akan turunkan jadi guru biasa. Kita tidak melindungi kepsek tersebut ya, dan soal proses hukum silakan pihak berwenang menyelesaikannya,” ujar Teto.

Sementara itu Oswaldus Mardin, orangtua dari siswa korban kekerasan sang Kepala Sekolah, kepada Posflores.com mengatakan sangat sakit hati akibat ulah oknum kepsek tersebut.

“Saat ini untuk saksi sudah dipanggil polisi, dan tinggal panggil Kepseknya saja. Saya sungguh sakit hati saat ini ketika anak saya naik dipindahkan ke Sekolah lain yang jauh dari sekolah lama. Sungguh sakit hati yang tidak bisa trobati. Terus terang, soal nilai mata pelajaran, anak saya hanya berpaut 3 poin dari siswa yang mendapat rangking 3. Saya curiga ini aksi balas dendam yang dilakukan kepsek karena saya lapor dia ke Polisi,” kata Mardin.

Mardin menambahkan bahwa kadang ia menangis ingat anaknya yang trauma akibat ulah Kepsek tersebut.

“Saya terkadang menangis ingat saya punya anak yang terlihat syhok akibat naik dipindahkan yang saya curiga sengaja dilakukan oleh kepsek. Saya sudah telepon Kanit PPA untuk lanjutkan kasus ini, saya telepon sambil menangis, saya tidak sanggup melihat semua perlakuan kejam kepsek terhadap anak saya,” ungkap Mardin.

Untuk diketahui, pada tanggal 14 Mei tahun 2019, Kepsek SDN Wae Mamba dilaporkan ke Polisi oleh Oswaldus Mardin(orangtua murid) yang disebabkan oleh aksi sang kepala Sekolah yang memukul anak kandung Oswaldus yang berumur 8 tahun. Alasan pemukulan karena tidak mengikuti ibadat di Sekolah tersebut, beberapa siswa dipukul pada kaki sebanyak dua kali hingga meninggalkan bekas.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.