Banner-Top
Banner-Top

Kapolres Matim: Kita sudah Panggil Kades Rengkam

Kapolres Manggarai Timur. Foto/FE.com.
Kapolres Manggarai Timur. Foto/FE.com.

BORONG, POSFLORES.COMFransiskus Yunsun, Kepala Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur pada Senin, 27/4/2020 diperiksa pihak kepolisian resor Manggarai timur (kapolres matim) terkait dugaan laporan fiktif dana desa.

Hal itu dibenarkan, Kapolres Manggarai Timur, melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Deddi S. Karamoi, SH, M.Hum kepada Posflores.com, Selasa, 28/4/2020.

“Panggilan terhadap Kades Rengkam untuk melakukan klarifikasi terhadap sejumlah persoalan di desa itu. Kemarin kita sudah memanggil yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi,” kata Deddi, Selasa, 28 April 20204.

Deddi menjelaskan, Kepolisian tentu akan mendalami setiap aduan yang disampaikan masyarakat terkait pengelolaan dana desa di wilayah hukum polres Manggarai Timur.

Sementara itu, melalui sambungan telepon, Kepala Desa Rengkam Fransiskus Yunsun saat dikonfirmasi membantah adanya pemeriksaan Polisi.

“Sebenarnya bukan pemeriksaan pak. Tetapi minta saya untuk klarifikasi pemberitaan media. Kemarin itu mungkin tidak sampai 20 menit,” kata Yunsun.

Sebelumnya diberitakan, terdapat sejumlah laporan Proyek yang diduga fiktif di Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Laporan proyek tersebut, antara lain:
1. Pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah (tpt) kembang Ros sampe Wae Dimpung yang menghabiskan anggaran 107.483.814 yang terlihat putus-putus, dan dilaporkan tuntas seratus persen.
2. Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan golo kembang–Ros sampai Wae Emas sepanjang 30 meter dengan anggaran 2.177.317 yang bukti fisiknya tidak ada.
3. Pekerjaan pembangunan jalan Bea Purang sampai Natas Terong dengan anggaran 8.541.278 yang dalam realisasi material ada, tapi tidak dikerjakan.
4. Pekerjaan pembangunan deker plat jalan Bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 5.242.446 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan.
5. Pekerjaan pembangunan tpt bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 15.117.195 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan. (RAB 2019)
6. Rehabilitasi peningkatan prasarana jalan Desa (gorong-gorong, selokan prasarana jalan lain) dengan anggaran 502.589.857 yang realisasinya tidak ada.
7. Pembangunan Rutilahu dengan anggaran 120.000.000 yang realisasinya tidak ada.
8. Pemeliharaan sumber air bersih milik desa (mata air, penampung air, sumur bor, dll) dengan anggaran 9.600.000 yang realisasinya tidak ada.

“Semua item proyek fisik itu tertuang dalam lampiran peraturan kepala desa Rengkam Nomor 1 tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang laporannya terlaksana seratus persen namun pelaksanaanya tidak ada, itupun belum termasuk tahun 2018 dan tahun sebelumnya,” ucap warga yang enggan namanya dimediakan.

 

Tidak Memiliki Kantor Desa

Tidak laporan fiktif, warga tersebut juga menuturkan, sejak terpilihnya Kepala Desa di tahun 2015 dulu, Desa Rengkam tidak memiliki Kantor tetap. Terlihat material bertumpukan di tempat yang konon akan dibangun kantor desa. Tidak ada papan nama (kantor desa dan BPD) dan tiang bendera, seperti desa lain, apalagi aparatur yang bertugas. Situasi nampak sepih ketika posflores.com melakukan penelusuran di lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun menjelaskan jika masyarakat di Desanya itu selalu merusak papan tender setiap kali ada proyek desa yang masuk.

Terkait dugaan laporan fiktif, yunsun menjelaskan dari delapan (8) item yang laporan itu tidak benar, dengan alasan salah satunya pengerjaan di Natas Terong untuk sementara diberhentikan atas dasar permintaan Pemda.

Mengenai laporan fiktif pengadaan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin yang dananya mencapai 120 juta ditahun 2018, Fransiskus membantah ada program. Program yang bersangkutan ada dan sudah terealisasi ditahun 2019.

“Kalau di dalam dokumen kami ada program pembangunan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin tahun 2018, berarti itu salah ketik” kata Yunsun

Terkait bantuan rumah tersebut, Kepada wartawan, Dia menegaskan bahwa RAB yang aslinya hanya ditahun 2019 dan masyarakat sudah terima material bahkan ada yang sudah mulai kerja. [Nardi Jaya]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top