Banner-Top
Banner-Top

Keluarga Korban Laka Lantas di Borong Desak Polisi Selidiki Hingga Tuntas

Lokasi laka lantas di Kampung Tanggo. Foto/Sc video.
Lokasi laka lantas di Kampung Tanggo. Foto/Sc video.

MANGGARAI TIMUR — Konradus Rugut (35), keluarga Plasidus Hasan (Alm) korban laka lantas asal Kampung Gurung, Desa Ruan Kecamatan Kota Komba yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kampung Tanggo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong pada tanggal 5 Desember lalu mendesak Polres Manggarai Timur untuk menyelidiki kasus laka lantas tersebut hingga tuntas.

Pihak keluarga menurut Konradus, tidak yakin jika korban laka tunggal. Konradus mengatakan, jika korban laka tunggal maka ada luka lecet di bagian kaki atau tangannya.

“Kami minta Polisi agar selidiki dengan sejelas-jelasnya. Karena kami yakin korban ditabrak. Polisi harus bisa mengungkap kasus ini. Apalagi saat itu ada saksi yang mendengar ada bunyi benturan di luar rumahnya. Dan saksi mengatakan seperti ada tabrakan. Namun menurut Polisi, korban laka tunggal setelah olah tempat kejadian perkara,” kata Konradus di lokasi kejadian laka lantas, Sabtu, 11 Desember 2021.

Konradus menambahkan, sebaiknya jika ada pelaku yang menabrak korban untuk segera mengaku atau serahkan diri ke Polisi. Menurutnya jika laka tunggal, mengapa kondisi sepeda motor korban bagian kiri dan kanannya masih mulus, sedangkan kaca lampu depan dan kaca spionnya hancur.

“Kalau laka tunggal, mengapa bagian kiri kanan motor masih mulus, sedangkan kaca lampu utama dan kaca spion hancur. Kami harap pelaku yang bertabrakan dengan korban hendaklah mengaku. Karena berdasarkan keterangan saksi diduga saat itu pelaku ada di lokasi namun takut mengakui jika dia yang bersenggolan dengan korban,” harap Konradus.

Korban laka lantas di Borong. Foto/Tim.

Selain Konradus, pengakuan yang menguatkan jika korban ditabrak (mobil) berasal dari penuturan salah satu keluarga Korban, Ardianus Jeharut.

Menurut penuturan Ardianus, saat korban diperiksa kondisinya oleh pihak medis di Puskesmas Borong, salah satu petugas mengatakan tulang rusuk bagian kanan korban mengalami patah. Selain itu, perut korban mengalami lebam-lebam.

“Saat di Puskesmas, petugas mengatakan bahwa diduga, dada hingga perut korban terlindas roda mobil. Dan saat itu saya lihat tulang rusuk korban memang menyembul. Begitupun saat kami mandikan korban sebelum kubur, dari dada hingga perut korban lebam-lebam. Kami minta Polisi tidak menutup-nutupi kasus ini. Dan saat ini kami mau buat acara adat di lokasi kejadian. Biar korban yang cari sendiri pelakunya. Tapi kalau laka tunggal maka kami ikhlas menerimanya,” papa Ardianus.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Manggarai Timur, IPTU Saba Nugraha mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara untuk sementara, mengindikasikan jika korban meninggal akibat laka lantas tunggal.

“Setelah olah TKP, kita mengindikasikan korban mengalami laka tunggal. Jadi bukan kesimpulan akhir yah. Karena kita masih kembangan kasus ini. Visumnya di Puskesmas Borong. Bisa tanya kondisi korban saat diperiksa tapi keluarga tidak bisa minta hasil visumnya. Hasil visum hanya untuk kepentingan penyidikan. Nanti kalau visumnya sudah keluar akan diserahkan kepada penyidik berdasarkan permohonan yang diajukan oleh Polri dalam hal ini unit laka lantas. Tapi keluarga korban bisa konsultasi atau minta penjelasan kondisi korban saat dibawa ke Pusskesmas tapi jangan minta hasil visumnya,” jelas Nugraha.

Menurut Nugraha, jika keluarga korban memiliki bukti lain yang cukup kuat bahwa ada orang lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut silakan datang ke Polres untuk didiskusikan. (Yon)

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top