Keluhan Masyarakat dan Jawaban Direktur RSUD Tc Hilers Maumere

dr. Clara Yosefina Francis, MPH, direktur RSUD Tc Hilers Maumere/foto: dok Clara.

Oleh: Yon Sahaja

MAUMERE,POSFLORES.com–Keluarga pasien yang dirawat di RSUD Tc Hilers Maumere merasa kecewa dengan pelayanan yang kurang maksimal dari petugas medis di RSUD tersebut. Rasa kecewa itu diungkapkan oleh keluarga pasien berinisial IN. Ia mengaku bahwa adik kandungnya mendapat perlakuan yang kurang profesional dari petugas yang menangani adiknya tersebut. IN mengatakan bahwa pasien GS(adik IN)mengalami pendarahan dengan usia kandungan 2 bulan lebih dibawa ke RSUD TC Hilers setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Beru. Berikut kronologinnya.

Kendala di Puskesmas Beru

“Adik saya mengalami pendarahan lalu kami bawa ke Puskesmas Beru, namun di Puskesmas tersebut tidak ada alat untuk USG, saya heran masa Puskesmas dalam kota bisa tidak menyediakan USG. Lalu kami putuskan untuk rujuk ke RSUD Tc Hilers sekitar pukul 18:00,” ungkap IN.

Kata IN, saat akan rujuk ke RSUD, mobil ambulance yang milik Puskesmas Beru tidak berada ditempat, sopir dan mobil tersebut masih berada di Nita.

“Saat kami mau rujuk, sopir dan mobilnya masih berada di Nita ikut pesta, dan akan kembali sekitar pukul 24:00, lalu petugas meminta kami untuk cari mobil sendiri, dan terpaksa kami gunakan taksi. Padahal aturan BPJS rujukan paies Faskes adalah tanggungan Faskes,ini malah pasien bayar sendiri Taksi. Saat itu petugas foto pasien dengan mobil serta STNK, mungkin mereka mau klaim” kata IN.

Pelayananan di RSUD Tc Hilers

Sampai di RSUD pukul 19:00, pasien GS langsung dipindahkan ke ruangan bersalin untuk observasi.

“Adik saya dipindahkan ke ruang bersalin untuk observasi, lalu hari Senin pagi dokter memutuskan untuk pindahkan ke ruang rawat inap biasa. Kemudian Senin malam pindah lagi ke ruang kelas 2 namun tanpa penjelasan terlebih dahulu kepada keluarga pasien. Pasien hak kelas 1, jika dijelaskan kelas 1 penuh maka keluarga berhak minta rujuk ke RS lain. Mungkin karena suami pasien banyak pertanyaan, maka perawat tidak melayani pasien, hanya lewat-lewat saja, sedangkan pasien lain dilayani,” ucap IN.

Cabut Paksa Selang Infus

Hari Selasa pagi, dokter obgyn visit meminta pasien untuk istirahat, sebab besoknya akan dilakukan USG. Namun hari Selasa siang pasien malah diminta untuk pulang dan mencabut infus yang masih terpasang.

“Pagi Selasa, dokter minta pasien istirahat karena besoknya(Rabu)akan dilakukan USG. Namun pada siang harinya malah pasien diminta pulang, cabut paksa selang infus dengan alasan perawat tidak ada catatan untuk USG. Gimana mau catat karena dokter visit semua pasien itu sendiri tidak ditemani perawat, bisa saja dokternya lupa catat, harusnya perawat membuat catatan,” ungkap IN.

IN melanjutkan bahwa sesampainya di rumah, pasien mengalami pendarahan lagi dan dilarikan ke RS St.Gabriel.

“Saat pasien GS pulang, ia mengalami pendarahan lagi, lalu hari Rabu pagi dilarikan ke RS St. Gabriel Kawapante. Di RS ini adik saya mendapat pelayanan yang jauh lebih manusiawi. Padahal RSUD Tc Hilers itu lulus akreditasi, dan semua RS yang sudah proses akreditasi ada pokja, namanya HPK(hak pasien dan keluarga),” ujar IN.

Harapan Terkait Pelayanan

IN berharap agar RSUD Tc Hilers dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bahkan lebih manusiawi kepada masyarakat Maumere dan masyarakat Sikka umumnya.
” Sebagai RS rujukan, saya berharap agar pelayanan RSUD Tc Hilers lebih manusiawi lagi dan harus memperhatikan pelayanan agar terlihat profesional,” tutup IN.

Tanggapan Direktur RSUD Tc Hilers Maumere

Sementara itu Direktur RSUD Tc Hilers Maumere,dr.Clara Yosefina Francis, MPH, saat dihubungi wartawan, Jumat,(7/6/2019)mengatakan bahwa benar pasien dengan hak kelas 1 dititipkan sementara di kelas 2 karena tempat tidur kelas 1 dan VIP sudah penuh.

“Benar. Yang pertama, pasien GS dengan hak kelas 1 tapi dititipkan sementara di kelas 2 dan karena tempat tidur kelas 1 dan VIP sudah penuh(sesuai regulasi masih diperbolehkan)sambil menunggu tempat tidur yang kosong di kelas 1 sesuai hak pasien,” kata dokter Clara.

Pasien Sudah di USG

“Lalu yang kedua, sambung dokter Clara, “Pasien GS sempat di Visite dan di USG oleh dokter Rudy pada pada pukul 04:00 pagi, di ruang VK, lalu pasien pindah ke ruang rawat(nifas). Lalu pada tanggal 4 Juni di Visite lagi oleh dokter Romy, visit dilakukan pada pukul 7:25, dan mendapat therapi dan instruksi boleh pulang(hasil USG ada dalam berkas rekam medis),” jelas Clara.

 

Terkait Infus Dilepas

Menurut dokter Clara, infus dilepas pada siang hari setelah suami pasien datang ke RS.

“Infus dilepas pada siang hari setelah suami pasien datang. Artinya sudah diinformasikan kepada keluarga pasien bahwa pasien boleh pulang,” kata Clara.

Ada Hak Ada Juga Kewajiban

Dokter Clara menyampaikan permohonan maaf untuk pasien dan keluarga yang merasa ada yang kurang baik dari pelayanan RSUD Tc Hilers.

“Saya menyampaikan permohonan maaf bila ada pelayanan kami yang tidak maksimal. Tapi kalau dinilai tidak manusiawi saya kira itu berlebihan, ada hak dan ada juga kewajiban, baik bagi pasien maupun pihak RS. Mari kita sama-sama menjalaninya. Kami selalu siap menerima kritik, saran dan masukan, bahkan tidak jarang ada yang sampai mengeluarkan kata-kata kasar walaupun kami sudah berusaha semampu kami,” pungkas dokter Clara.

Nomor kontak RSUD Tc Hilers  untuk saran keluhan, masukan atau informasi terkait pelayanan di RS, bisa langsung menghubungi Call Center 081261153944, pelayanan 24 jam, dengan petugas Epang gawang.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.