Kepsek SMKN 1 Wae Ri’i Layangkan Hak Jawab

RUTENG, POSFLORES.COMKepala Sekolah SMKN 1 Wae Ri’i, Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek, melayangkan hak jawab terkait berita yang diterbitkan media online Posflores.com edisi 31 Agustus, 2020. Menurut Yus, isi berita tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Berikut hak jawab yang dilayangkan Yustina.

Tanggapan atas berita posflores.com.
Menanggapi berita yang dimuat di posflores.com dengan berita Fakta Terbaru Penolakan Lamaran Perpanjangan Kontrak di SMKN 1 Wae Ri’i berikut ini kami
sampaikan beberapa tanggapan :

  1. Adanya masa transisi di SMKN 1 Wae Ri’i. Sampai dengan berita ini dimuat di media ini sebagai hak jawab atas pernyataan dari Fransiskus Jehoda dan kawan-kawan pendemo bahwa adanya masa transisi kepemimpinan di SMKN 1 Wae Ri’i pascasurat mosi tidak percaya dari Forum Guru PNS SMKN 1 Wae Ri’i adalah tidak benar. Pascasurat mosi tidak percaya dikirim ke Gubernur NTT yang tembusan disampaikan kepada Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Kabid GTK Dinas P dan K Provinsi NTT, tanggal 21 Juli 2020 telah datang untuk melakukan investigasi dan tidak menemukan kesalahan sesuai dengan tuduhan mereka dalam surat mosi tidak percaya tersebut. Namun sebelum tim investigasi datang, mereka dan beberapa Guru Komite malah melakukan aksi unjuk rasa tanggal 13 Juli 2020. Jika ada masa transisi, tentu Kepala Sekolah atas nama Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek dibekukan dan diangkat seorang pelaksana tugas. Coba tunjukkan bukti sk pembekuan Kepala Sekolah yang ada saat ini dan diangkatnya seorang pelaksana tugas, tetapi kenyataannya sampai saat ini saya Yus Maria D. Romas, S. Pd.Ek adalah kepala sekolah yang sah dan legal. Masa transisi yang diisukan itu adalah permainan dari saudara Fransiskus Jehoda untuk mempengaruhi dan membodohi teman-teman yang melakukan aksi indisipliner. (Baca juga: posflores.com/fakta-terbaru-penolakan-lamaran-perpanjangan-kontrak-di-smkn-1-wae-rii/)
  1. Proses penolakan perpanjang kontrak untuk tahun pembelajaran 2020-2021 Tanggal 7 Juli 2020, Kepala Sekolah mengumpulkan guru-guru komite untuk mengajukan surat lamaran baru untuk memperpanjang kontrak. Pada saat bersamaan Kepala Sekolah menerima tembusan surat mosi tidak percaya kepada Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek oleh Forum Guru PNS SMKN 1 Wae Ri’i yang dipimpin oleh saudara Edwaldus Kurniawan (Guru yang sudah menyatakan diri pindah dari SMKN 1 Wae Ri’i). Dari salah guru PNS yang tidak masuk dalam FGPNS SMKN 1 Wae Ri’i membuka keterlibatan beberapa guru komite untuk mengantar lembar tanda tangan tanpa disertai isi surat. Guru komite yang terlibat antara lain saudara Petrus Mbana, S. Ag dan saudara Ignasius Bata, S.P.
    Menanggapi keterlibatan guru komite dalam PGPNS SMKN 1 Wae Ri’i, Kepala Sekolah menyampaikan pada mereka bahwa ironis sekali bahwa tidak percaya pada saya tetapi tetap mengajukan lamaran pada saya, saat itu mereka menyatakan mereka kilaf dan tetap mau mengajukan lamaran untuk memperpanjang kontrak. Pada tanggal 13 Juli 2020, mereka bersama FGPNS SMKN 1 Wae Ri’i melakukan unjuk rasa dan menyatakan bahwa mereka tidak melamar kepada saudara Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek tetapi kepada pemerintah. Timbul pertanyaan di sini, siapa Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek di SMKN 1 Wae Ri’i? Yus Maria D. Romas, S.Pd.Ek adalah Kepala SMKN 1 Wae Ri’i dan merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi NTT di SMKN 1 Wae Ri’i. Tanggal 14 Juli 2020 sampai dengan tanggal 18 Agustus 2020, FGPNS SMKN 1 Wae Ri’i dan beberapa Guru Komite tidak mau bekerja di bawah koordinasi kepala sekolah dan memilih mengikuti saudara Fransiskus Jehoda, S.Pd. Ketika kepala sekolah melalui wakasek kurikulum menyampaikan adanya supervisi perangkat pembelajaran, ada beberapa guru komite pembangkang menemui kepala sekolah untuk disupervisi dan menandatangani perangkat pembelajaran sekaligus menandatangani surat pembinaan karena sudah 24 hari (bukan 14 hari saja) tidak bekerja di bawah koordinasi kepala sekolah pada bulan Juli dan Agustus. Tanggal 24 Agustus 2020 ada sejumlah kejadian yaitu :
    1) Saudara Petrus Mbana, S.Ag menolak pembinaan tertulis terkait dengan ketidakhadiran dalam kegiatan di sekolah dengan alasan sedang masa transisi.
    2) Saudara Patrisius Sunardi Jon, S.TP menolak pembinaan tertulis terkait dengan ketidakhadiran dalam kegiatan di sekolah.
    3) ketika kepala sekolah sedang berkoordinasi dengan operator dapodik
    sekolah, saudara Ignasius Bata, S.P menerobos masuk ruang kepala sekolah dan mengajak beberapa guru komite untuk menyimpan perangkat tanpa diperiksa oleh Kepala Sekolah dan menolak pembinaan oleh Kepala Sekolah (seperti terlihat dalam gambar yang dimuat media ini). Tanggal 26 Agustus kepala sekolah membuat surat panggilan menghadap 14 Guru Komite yang pada beberapa hari sebelumnya hanya menaruh perangkat pembelajarannys di sofa ruang kepala sekolah. Dari ke-14 guru komite tersebut ,12 orangnya menolak untuk dibina dan 2 orang lainnya masih minta waktu untuk pertimbangan. Maka tanggal 27 Agustrus 2020, kepala sekolah membuat surat penolakan perpanjangan kontrak karena tidakan indisipliner.
  2. Alasan tidak menandatangi daftar hadir karena takut adanya pergesekan karena situasi yang panas. Sejak tanggal 13 Juli 2020, guru-guru pendemo memisahkan diri dari guru-guru dan pegawai yang lain. Tanggal 14 Juli 2020 saudara Bonafantura T. Erwin melalui WA grup memata-matai kepala sekolah dan mengancam keselamatan kepala sekolah dan melalui media facebook, saudara Saudara Yosef Budiman Amin, S. Pd dalam akun Jose Budiman Gunners mengancam akan menghadang kepala sekolah dan sudah menyiapkan kayu kudung. Situasi panas atau gesekan ini mereka ciptakan sendiri dan takut sendiri, sementara di ruang guru dan tata usaha sekolah tempat daftar presensi disimpan aman-aman saja.
    Akhirnya jika saya salah, saya siap diinvestigasi. (Tim)
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Berita Lainnya

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Berita Terbaru

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Kakak Ipar diduga Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas Enam Sekolah Dasar

LABUAN BAJO, POSFLORES.COM--Kasus dugaan pemerkosaan dilakukan kakak ipar terhadap adik ipar terjadi di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Tindakan amoral tersebut saat ini tengah...

Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT

Aliansi Solidaritas Besipae “Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT Pada tanggal 14 Oktober 2020, Rombongan Pemerintah Propinsi NTT melalui Polisi Pamong Praja, PORLI dan TNI...
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0