Banner-Top
Banner-Top

Keresahan Masyarakat Elar Selatan dan Infrastruktur Jalan Jelek

Beatrix. Foto/doc.
Beatrix. Foto/doc.

Artikel ditulis oleh : Maria Beatrixson Sapta,
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogjakarta

Menurut wikipedia, Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat yang diperuntukan bagi lalulintas, dan lainya.

Pada hakekatnya Infrastruktur Jalan bertujuan untuk meningkatkan kegiatan Ekonomi di suatu tempat. Serta sebagai bentuk penunjang mobilisasi transportasi yang cepat dan mudah.

Infrastruktur Jalan yang baik dan bagus, tentunya sebagai penunjang dalam mempermudah berbagai akses. Akses Ekonomi, Kesehatan dan hal penting lainnya.

Elar selatan merupakan suatu Kecamatan paling Timur di Kabupaten Manggarai timur (Matim). Menyebut tentang nama dari Kecamatan ini, tentunya menggugah kesadaran dan berbagai stigma dari Masyarakat.

Tidak sedikit yang beranggapan, bahwa Elar Selatan di kategorikan sebagai suatu Wilayah yang masih membutuhkan keseriusan perhatian dari Pemerintah.

Banyak pula yang mengatakan, wilayah ini diidentikan dengan jalan jelek. Sebagai Daerah yang tertinggal dan terlupakan di Kabupaten Matim.

Banyak cerita tentang Elar Selatan, yang semestinya harus didengar dan diketahui oleh Pemerintah saat ini. Diantaranya cerita tentang gagalnya Proyek APBD Satu, pembangunan ruas jalan Bealaing – Mukun – Mbazang.

Ruas jalan ini merupakan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang mulai dikerjakan pada tahun 2019 lalu.

Proyek yang menghabiskan dana triliunan rupiah ini, rupanya tidak begitu maksimal. Masih begitu banyak titik rawan yang terlewatkan dalam proses pengerjaannya.

Misalnya, ruas Jalan di dusun Lando, Desa Paan Waru. Sekitar Tiga Kilo Meter jalan di titik ini, hanya dilakukan pelebaran. Tanpa agregat ataupun penyiraman sirtu.

Ketika musim hujan tiba, Pengendara Motor ataupun Mobil sangat sulit melewati jalur ini. Semua material Tanah bekas gusur, terbawa erosi menutupi badan jalan. Para pengendara harus berusaha berjam-jam bahkan berhari-hari untuk melewati jalur ini.

Apakah ini salah Kontraktor pelaksana kegiatan, ataukah salah Pemprov ?, yang kemudian menelantarkan pengerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), rupanya belum serius menangani soal Infrastruktur Jalan Provinsi di Elar Selatan yang menghubungkan dengan Kabupaten Ngada. Terbukti dari sikap Pemprov yang kurang begitu tegas dalam pengawasan pengerjaan yang dilakukan oleh pihak Ketiga.

Bagaimana tidak ?, Jalan yang sudah diperlebar dan dilepaskan begitu saja. Para pengendara harus siap dan setia, dalam menyiapkan puluhan karung Dedak. Untuk mempermudah melewati akses jalan yang berlumpur.

Kondisi ini mengakibatkan semakin buruknya akses pada jalan tersebut. Intensitas hujan yang sangat tinggi untuk tiga bulan terakhir, mengakibatkan terjadinya beberapa titik longsor pada ruas jalan ini.

Akibat situasi inilah, sebagian besar masyarakat memberikan respon yang negatif, terkait peningkatan kualitas jalan tersebut.

Hal ini jelas menyebabkan akses transportasi dari beberapa desa di wilayah Ersel menuju pusat kota terganggu. Sehingga komoditi yang menjadi sumber penghasilan Masyarakat setempat tidak bisa diperdagangkan.

Mobil pengangkut Pasien rujukan ke Rumah Sakit pun harus bersusah paya. Para medis harus banyak bersabar dalam pelayanan.

Kami hanya meminta, pemerintah untuk lebih serius lagi dalam menangani masalah Infrastruktur Jalan, di Elar Selatan. Semua pekerjaan yang tersisa agar sesegera mungkin diselesaikan.

Agar para petani dan pelaku Ekonomi, tidak mengeluh lagi dalam akses mobilisasi hasil Komoditi ke Kota. Agar tidak pernah terulang lagi, Mobil pengangkut Pasien rujukan ke Rumah Sakit harus berlama-lama di diperjalanan.

Kesadaran pemerintah melihat soal itu sebagai masalah kemanusiaan sangat diharapkan oleh Masyarakat Ersel. Masyarakat tidak sedang mengemis untuk sebuah pembangunan. Karena pada hekekatnya Pemerintah bertanggungjawab dalam melayani masyarakatnya, termasuk dalam hal pembangunan.

Pembangunan yang berkeadilan, bermartabat dan bertanggung jawab. Dalam mewujudkan keadilan sosial dan Kesejahteraan Masyarakat. (*)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top