Banner-Top
Banner-Top

Kesal tak dapat Jatah JPS, Andryani datangi Kantor Desa Ruan

Andryani. Foto/Ando.
Andryani. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMAndriyani Alfa Adi, warga Dusun Gurung, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur mendatangi Kantor Desa Ruan. Menurut Andriyani, dirinya datang lantaran kesal tidak terdaftar sebagai KPM anggaran JPS dari desanya.

“Tadi pkl.10.00 Witta saya ke Kantor Desa Ruan untuk mempertanyakan penyebab sampai nama saya tidak terdaftar sebagai KPM anggaran JPS. Begitu sampai di kantor, kepala desa bersama aparat sudah pulang. Padahal belum jamnya pulang kantor,” jelasnya kepada posflores.com, Jumat (18/09/2020).

Dijelaskan Andryani, beberapa bulan lalu Pemerintah Desa Ruan telah mengusulkan namanya sebagai salah satu penerima anggaran Jaring Pengaman Sosial (JPS) dikarenakan dirinya tidak terdaftar sebagi penerima BLT DD.

“Sudah tidak terima BLT DD, sekarang nama saya tidak terdaftar sebagai KPM anggaran JPS. Aneh! ,” katanya

Sementara itu, Kepala Desa Ruan, Sebastianus Jangga membenarkan kalau saat itu dirinya tidak sedang berkantor karena ada beberapa urusan.

“Tadi beberapa aparat desa dampingi warga untuk penarikan uang JPS di Bank NTT Cabang borong karena ada beberapa berkas KPM yang belum beres. Sedangkan saya sendiri ada urusan di Kantor Dinas Sosial,” ungkapnya.

Menurut Jangga, beberapa bulan lalu pemerintah desa mengusulkan 176 kk yang tidak terakomodir BLT DD supaya bisa menerima dana anggaran JPS.

“Dari 176 kk, yang tidak lolos verifikasi di tinggkat provinsi sebanyak 20 kk termasuk Andryani Alfa Ady. Ini terjadi karena NIK mereka tidak terbaca dalam aplikasi tim penyeleksi,” jelasnya.

Berdasarkan penjelasan Kadinsos Matim, kata Jamgga, sebanyak 20 KK yang tidak menerima dana anggaran JPS, tetap memperoleh bantuan murni kabupaten. Namun, belum diketahui pasti jadwal penerimaan dan jumlah uang yang akan diterima. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top