Kisah Haru pada Hari Paskah di Kota Komba, Manggarai Timur

Pastor Wihelmus. Foto/Nardi Jaya.

BORONG, POSFLORES.COMHening,
sepi dan begitu sunyi…
Kesepian dapat datangkan inspirasi…        Mimpi-mimpi ini tinggal lamunan,
sulit diwujudkan, sulit dinunaikan.

Yaah hening!!
Hanya kepadaMU Tuhan kami pasrah
Semoga cepat sembuh duniaku..

Sajak di atas merupakan curahan hati  penulis terhadap situasi dunia yang sedang dilanda kegelisahan dan ketakutan terhadap pendemi Covid-19 saat ini.

Sedih memang, pendemi virus berbahaya ini datang pada  moment Paskah yang sedang dirayakan umat Nasrani diseluruh dunia. Tak terkecuali disebuah Kampung yang bernama Waerana, yang terletak di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

 

Paskah yang malang

Hujan deras turut hadir mewarnai perayaan Paskah di Wilayah Kota Komba pada hari ini (12/4/2020). Penulis sempatkan waktu  mengirimkan ucapan selamat Paskah kepada Pastor paroki Waerana, Romo Wihelmus M. Mungkur, Pr.

Saat menerima pesan tersebut, ternyata Pastor berkumis tipis dan murah senyum itu rupanya lagi sedih. Entah mengapa, kepada penulis dirinya hanya mengatakan “aku rindu kalian umatku. Semoga badai ini cepat berlalu.”

Beberapa foto dikirimnya via whatsApp, memperlihatkan dirinya dengan beberapa karyawan pastoran yang sedang melaksanakan ibadah paskah. Terlihat bangku kosong di dalam gereja tak terisi manusia yang biasanya begitu antusias menyambut hari raya seperti Natal dan Paskah seperti yang sedang  dirayakan saat ini.

Senyuman tulus terpancar. Penulis tak sadar meneteskan air mata ketika melihat foto itu. Membayangkan betapa malang dan kejamnya virus corona sehingga tidak menyempatkan umat mengikuti perayaan bermakna itu.

 

Makna dan Harapan Paskah Tahun Ini

Kepada Pastor Wihelmus, penulis menanyakan makna paskah di tengah badai Covid-19. Dirinya berkata agar umat jangan takut dan panik yang berlebihan apalagi sampai hilang harapan. Karena Tuhan akan mengubah semuanya dan pasti beralih dari situasi sekarang ini menuju situasi yang aman tenang dan damai.

“Bacaan Injil tadi malam, di mana Malaikat Tuhan berkata, “jangan takut, Dia sudah bangkit. Kata malaikat ini juga ditujukan kepada kita supaya di tengah deraan wabah coronavirus (covid-19) ini, setiap kita hendaknya memiliki keyakinan ‘jangan takut’ dan jangan panik apalagi yang berlebihan sampai pada hilang harapan, sebab Tuhan akan mengubah semuanya.  Kita akan bangkit, kita akan beralih dari situasi sekarang ini menuju situasi yang aman tenang dan damai,” terang Pastor Wihelmus.

Dia berharap, momen Paskah di tengah pendemi corona, umat juga tidak mudah percaya dengan isu-isu hoaks yang sengaja dibuat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Banyak isu hoaks yang beredar di media sosial oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Umat diharapkan tidak mudah terpancing dan terprovokasi,” tutupnya sembari mengucapkan selamat Paskah bagi semua kaum Nasrani di seluruh dunia.

 

Umat Terharu

Tidak hanya penulis yang terharu. Ternyata hampir semua umat Paroki Kabar Gembira Waerana mengalami hal serupa. Salah satunya Umat dari KBG Ranameti bernama Timo Toi. Kepada Posflores.com, dirinya mengatakan bahwa, walaupun Misa di rumah yang dipandu dari layar televisi, tidak menurunkan semangatnya untuk mengikuti Misa dan ibadah selama momen paskah ini.

“Saya betul-betul mengikuti perayaan Ekaristi yang dipandu dari layar televisi. Ada cerita tersendiri di balik momen paskah tahun ini. Saya pun membayangkan bahwa seolah-olah saya dan keluarga benar-benar berada di dalam gereja,” kata Timo.

“Semoga badai ini, lanjut Timo, cepat berlalu dan umat bisa berkumpul kembali dalam rumah Tuhan pada hari Minggu dan hari raya umat Kristen.”

Dalam kehidupan, kita selalu dihadapkan dengan banyak masalah yang dihadapi. Namun di situlah kita sedang diuji akan keimanan diri terhadap Yang Maha Kuasa. Hidup butuh perjuangan yang hebat dengan tekad yang kuat, jangan takut. Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. [Nardi Jaya]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0