Banner-Top
Banner-Top

KPRH Matim Proses Hukum Pelaku Perburuan Liar

Petugas saat memperbaiki papan informasi yang tumbang serta mengamati situasi dan memastikan kondisi kawasan hutan lindung tersebut (Foto:FEC Media / Mercelino Ando)
Petugas saat memperbaiki papan informasi yang tumbang serta mengamati situasi dan memastikan kondisi kawasan hutan lindung tersebut (Foto:FEC Media / Mercelino Ando)

BORONG, POSFLORES.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Marselus Ndeu, bakal memproses hukum pelaku perburuan liar di kawasan hutan lindung Kenda, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Sebab langkah hukum dapat memberi efek jerah bagi pelaku. Apabila tidak ada proses hukum, sangat boleh jadi pelaku bakal semakin serampangan memburu hewan di kawasan hutan lindung itu.

Penegasan itu disampaikan, Ndeu, saat tinjau lokasi hutan lindung di Kenda, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (4/8/2020). Kedatangan mereka di kawasan hutan lindung itu bermaksud memperbaiki papan informasi yang tumbang, mengamati situasi dan memastikan kondisi kawasan hutan lindung tersebut.

Menurutnya, hal paling penting mengamankan kawasan hutan lindung di wilayah itu adalah partisipasi masyarakat setempat. Terutama menginformasikan adanya perburuan liar yang belakangan marak terjadi. Akan jauh lebih berarti lagi, tegasnya, masyarakat mengidentifikasi para pelaku, dan jadwal kegiatan perburuan. Dengan itu memudahkan tim untuk meringkus para pelakunya.

” Selama ini kami belum peroleh informasi akurat dari masyarakat. Kita sendiri tidak bisa patrol rutin di kawasan itu. Apabila KRPH tangkap pelaku, kita proses secara hukum.,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ada delapan kawasan hutan lindung di Manggarai Timur yang harus diamankan. Dengan personil terbatas, terangnya, sulit pastikan jadwal untuk pantau titik-titik hutan lindung itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan (Pos Flores 31/7/2020) warga sekitar, Thomas A.A Sinky Oby kepada media ini mengaku, papan informasi di kawasan Kenda tumbang sejak sebulan terakhir. Selain itu juga, Ia melihat bekas kaki manusia yang di duga adanya praktik perburuan liar. (Man)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top