Kuasa Hukum Afra Ambul Sayangkan Sikap Nakertrans Manggarai Timur

oleh -391 views
Afra Ambol bersama Pengacaranya, Wira. Foto/Priska.

Oleh: Nardi Jaya

 

JAKARTA, POSFLORES.COM–Proses hukum kasus kekerasan terhadap Afra Ambul (24), gadis asal Gurung, Desa Sita Manggarai Timur sedang dalam tahap penyidikan Polisi.

Ketua Tim Kuasa Hukum Afra Ambul, Herman Hemmy mengungkapkan bahwa proses hukum yang sedang berjalan justeru dihalangi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Afra usai menemui penyidik di Polsek Cengkareng, Senin (4/11/2019) siang.

Berdasarkan keterangan penyidik, kata Herman, ada utusan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Timur yang meminta polisi membuka rekening bank untuk menampung uang gaji korban (Afra) yang belum dibayarkan selama 9 tahun.

“Penyidik menyampaikan kepada kami, ada seorang ibu yang mengaku sebagai utusan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Timur, berniat membuat rekening bank untuk menampung uang gaji Afra,” kata Herman kepada Wartawan.

Menurut Herman, langkah yang dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan itu sangat merugikan korban.

“Mereka datang ke polisi, mau menutup kasus ini dengan imbalan uang tanpa konsultasi dengan korban atau kuasa hukum. Perbuatan itu sangat merugikan klien kami yang sedang menuntut pidana terhadap pelaku kekerasan,” jelas dia.

Herman mengaku, saat utusan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Timur bertemu membicarakan kasus ini sudah tercium adanya kejanggalan.

“Mereka datang bertemu kami untuk meminta korban segera dipulangkan ke kampung halamannya. Padahal, kami sedang melakukan proses hukum terhadap Pelaku,” ungkap Herman.

Anggota Tim Kuasa Hukum, Hipatios Wirawan mengaku telah meminta Polisi untuk menjerat pelaku dengan pasal yang lebih berat. Selain itu, istri pelaku juga diminta ditahan karena membiarkan tindak pidana Kekerasan selama 9 tahun.

“Kami juga sudah meminta penyidik untuk menambah pasal yang lebih berat terhadap pelaku, yakni Pasal 44 ayat (2) UU Penghapusan KDRT dengan ancaman pidananya 10 tahun penjara. Selain itu, kami juga meminta istri pelaku dijerat dengan pasal 304 KUHP terkait pembiaran tindak pidana,” ujar Hipatios Wirawan kepada wartawan.

Kuasa Hukum Afra Ambul, Herman Hemi(kanan) bersama Wira(kiri). Foto/Wira.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur mendesak Polisi untuk menyelesaikan Kasus Kekerasan Terhadap Afra.

“Memang terlalu sadis perlakuan majikannya. Saya pikir pantas diberikan sanksi yang setimpal untuk memberi efek jera bagi majikannya dan peringatan bagi yang lain,” ujarnya.

Untuk diketahui, Tim Kuasa Hukum Afra telah meminta Komunitas Perempuan Manggarai di Jakarta untuk bersama-sama mendorong Penyelesaian kasus ini.

Tim kuasa hukum telah meminta kepada kumpulan keluarga perempuan manggarai Jakarta yang diketuai ibu Fifi Danggur agar bersama-sama memperhatikan Arfa. KPM telah memperhatikannya dan memantau serius dan selanjutnya akan mendalami kasus Afra,” ungkap Herman.

Afra dianiaya majikannya, Ferddy Burhan (22/10/2019) karena alasan kurang cekatan dalam bekerja, padahal korban mengaku sakit.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cengkareng, AKP Antonius menyebut, korban telah sembilan tahun bekerja pada Ferddy. Selama bekerja, Ferddy kerap menyiksa korban karena alasan tersebut.

“Korban sering dianiaya oleh pelaku bila melihat pekerjaan korban dirasa kurang bersih atau kurang baik,” kata Antonius kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan lebih jauh, Ferddy ternyata tidak hanya menyiksa. Diketahui, selama sembilan tahun bekerja, korban belum pernah menerima gaji sepeser pun.

“Jadi selama sembilan tahun, korban belum digaji atau dibayar,” katanya.

Kuasa Hukum mengatakan, 9 tahun lalu Afra baru berumur 15 tahun sehingga ada unsur perdagangan anak di bawah umur.

“Afra diperkerjakan sejak 9 tahun lalu berarti umur 15 tahun diperkerjakan ke jakarta. Itu termasuk human trafficking. Seharusnya pemerintah segera melakukan investigasi,” tegas pengacara senior, Herman Hemmy.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *