Listrik di Borong Sering Padam, ini Jawaban Pihak PLN

Petugas PLN sedang melepas semua sambungan Primer dan Sekunder trafo untuk mengukur tahanan Isolasi trafo, jika tahanannya msh dlm batas standart berarti masih bisa digunakan jika dibawah standart trafo dinyatakan tidak layak pakai atau sudah sort. Foto: Rian

Oleh: Yon Sahaja

BORONG, POSFLORES.com–Beberapa hari belangkangan ini terjadi pemadaman listrik untuk wilayah kota Borong dan sekitarnya. Hal ini membuat aktivitas warga menjadi terhambat lalu dengan sadar ataupun tidak sadar menyalahkan PLN dengan mengucap sumpah serapah dengan berbagai cara. Ada yang dengan spontanitas mengumpat dan adapula yang menyalurkan rasa kesalnya lewat jejaring sosial facebook.

Namun di balik itu konsumen tentu ada yang tidak tau penyebab dari peristiwa pemadaman listrik tersebut. Tentu yang mereka tau hanyalah mengumpat dan menyalahkan PLN atas peristiwa tersebut. Wajar memang, namun semestinya harus dimaklumi karena tidak mungkin PLN sengaja melakukan hal sebodoh itu.

Supervisior teknik sub unit layanan pelanggan wilayah Borong, Karianus Ly, kepada Posflores.com Senin, 22 Juli 2019 mengatakan bahwa peristiwa pemadaman listrik di Borong bukanlah disengaja. Namun ada beberapa kendala yang harus dibenahi.

“Karena selama ini sistem kita isolated di Cut Out Golomongkok maka sejak kita manuver dengan sistem Manggarai Raya beberapa pengaman jaringan harus diperbaiki dan diseting ulang sesuai daya yang disalurkan dari Ruteng. Hal ini yang membuat sistem kita tdk handal beberapa hari terakhr ini,” kata Karianus.

Ia menambahkan bahwa telah melakukan pengumuman lewat media sosial dan juga melalui Radio terkait pemadaman listrik ini.

“Sehubungan dengan kerusakan pada transformator step up daya : 3000 kva di PLTD Borong, maka berakibat pada tidak tersalurkannya energi listrik dari PLTD kepda konsumen di Borong dan sekitarnya. Sehubungan dengan itu kami sampaikan kepada pelanggan bahwa sejak tanggal 18 Juli 2019 sistem Borong akan disuplay dari sistem Manggarai Raya yang sumber pembangkit terdiri dari PLTD Waso, PLTP Ulumbu, PLTD Golobilas dan PLTMG Rangko di Labuan Bajo yang sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan baik pembangkit maupun sistem udara tegangan menengah(SUTM),” jelas Karianus.

Menurut Karianus, sistem pelayanan ini akan berlaku selama perbaikan atau penormalan transformator step up di PLTD Borong.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.