Banner-Top
Banner-Top

Mahasiswa asal Manggarai Raya Buka Posko Bantuan di Surabaya

Harin cs, mahasiswa asal Manggarai Raya. Foto/Harin koleksi.
Harin cs, mahasiswa asal Manggarai Raya. Foto/Harin koleksi.

SURABAYA, POSFLORES.COMPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan di Surabaya per tanggal 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020 mengakibatkan aktifitas masyarakat Surabaya kian terbatas. Hal ini menimbulkan tekanan berat bagi warga Surabaya, bahkan hal serupa dialami oleh para mahasiswa Perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini masih berada di Surabaya.

Benediktus Pankri, salah satu mahasiswa asal Manggarai Barat-NTT, melalui sambungan telepon kepada Posflores.com mengatakan, Pandemic covid-19 mengakibatkan aktifitas ekspor-impor, produksi dan distribusi barang terhambat, sehingga harga bahan baku hasil pertanian anjlok.

“Inilah yang menjadi dilema dari para orang tua kami yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian. Ketika penghasilan berkurang, uang yang akan dikirimkan kepada anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya juga berkurang,”ungkapnya.

Sementara itu, beberapa mahasiswa NTT yang membiayai kuliah dengan biaya sendiri dengan bekerja di Mall, ojek Online, toko-toko dan lain sebagainya kehilangan pekerjaannya seiring tempat-tempat tersebut berhenti beroperasi selama PSBB, sebab itu mereka tidak berpenghasilan lagi.

Hal Senada disampaikan Harin Salni, Mahasiswa Asal Matim, NTT, kepada media ini menuturkan, Semua kendala itu kian membebankan para Mahasiswa yang sebagian bertahan di tanah rantauan.

“Sebagian besar Para Mahasiswa ini tidak memilih pulang ke Manggarai, baik karena menahan diri mengikuti anjuran pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maupun karena transportasi Komersial antar pulau seperti bandara dan Pelabuhan tertutup sehingga tidak bisa pulang,” tutur Harin.

Hal tersebut kata dia, akhirnya yang mendorong para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Manggarai Surabaya melakukan aksi solidaritas “Peduli Dampak Covid-19” untuk membantu Mahasiwa Manggarai Surabaya terdampak covid-19 dibawah pimpinan para kordinator yang dipilih berdasarkan musyawarah. Aksi tersebut berwujud penggalangan donasi untuk disalurkan kepada para mahasiwa Manggarai yang ada di Surabaya.

“Gerakan Aliansi Mahasiswa Manggarai Surabaya ini akan menyasar seluruh mahasiwa Manggarai Raya di Surabaya yang belum pernah mendapatkan bantuan oleh pemerintah. Bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah Surabaya tidak memasukan masyarakat yang berasal diluar kota. Hanya orang yang ber-KTP Surabaya yang akan mendapat bantuan. Karena itu, kami berusaha untuk menghimpun donasi ini untuk membantu para mahasiswa ini yang tidak tercover dalam Bansos yang dilakukan pemerintah Surabaya” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Aksi Penggalangan donasi ini digelar mulai tanggal 28 April 2020 lalu. Team relawan mulai bergerak mulai dengan penghimpunan data para Mahasiswa Manggarai yang ada di Surabaya.

“Kami tengah menghimpun data para Mahasiswa Manggarai Raya di Surabaya untuk mempermudah memetakan dan penyaluran bantuan. Data ini nanti yang akan dijadikan pegangan untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai Tengah, serta para donatur yang mau menyumbang demi membantu para mahasiwa Manggarai ini,” pungkas Harin

Mereka berharap, gerakan ini mendapat perhatian dari para donator yang mau membantu dan berkontribusi untuk meringankan beban para mahasiswa.

“Kami telah berkoordinasi dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Surabaya, untuk menjadikan Sekret organisasi mereka sebagai posko, sehingga mobilisasi bantuan bisa berjalan dengan mudah. Namun, bagi para donatur yang jauh di NTT, khususnya Manggarai Raya, bantuan bisa dikirim lewat nomor rekening Mandiri: 141-00-1770932-0 atas nama Emilius Yosta Remba. Kami berharap, kiranya bantuan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban kami di tanah rantauan,” tutupnya. [Ema Serani]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top