Mahasiswa Asal Matim: Corona menjadi Musibah bagi Mahasiswa

Wanto, mahasiswa asal Matim. Foto/Wanto koleksi.

KALTIM, POSFLORES.COMAkibat Pendemi Covid-19, Theodorus Usman Wanto (28), mahasiswa semester 8 jurusan ekonomi di Universitas IKIP PGRI Kalimantan Timur mengaku, dirinya takut di Drop Out (DO) dari kampus karena kendala dalam melakukan bimbingan tugas akhir dengan para dosen.

Menurut mahasiswa asal Manggarai Timur tersebut, himbauan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah selama pandemi Corona berakhir adalah musibah bagi para mahasiswa. Ketakutan akan di drop out (DO) oleh pihak kampus terus menghantui dirinya.

Wanto mengaku bahwa dirinya telah menyelesaikan ujian proposal sejak tahun 2019 lalu.

“Sebelum Corona, saya dan teman-teman lain asal Matim selalu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing terkait seminar proposal hingga usai ujian. Sekarang menjadi susah akibat virus corona. Sekarang sudah tahun 2020, entah sampai kapan habisnya musibah ini, begitu juga dengan tugas akhir kami,” ucap Wanto kepada Posflores.com (24/4/2020), melalui pesan whatsapp.

Dirinya berharap agar langkah preventif yang telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah desa dapat mengatasi musibah ini. Sehingga dirinya sebagai mahasiswa yang berada ditahap akhir dapat melanjutkan bimbingan

“Memang saya sekarang semester 8, untuk DO kecuali melewati semester 14. Proposal saya sudah selesai sejak 2019. Sekarang saya terpaksa menghentikan lanjutan skripsi dengan molor waktu selama 5 bulan di tahun 2020 ini,” imbuh Wanto.

Lebih lanjut, pria asal Ntorang, Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur itu mengharapkan, agar Pemda Manggarai Timur, memperhatikan para mahasiswanya. Baginya, bukan hanya tugas akhir yang buat susah tetapi kebutuhan pokok lainnya susah.

“Kami sebagai mahasiswa berharap agar, Pemda Matim memperhatikan nasib kami di tanah rantau,” harap Wanto. [Nardi Jaya]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0