Banner-Top
Banner-Top

Mahasiswa Asal Matim ini Kebingungan Mencari Uang Pulsa

Jefri, Mahasiswa asal Matim. Foto/Jefri koleksi.
Jefri, Mahasiswa asal Matim. Foto/Jefri koleksi.

DENPASAR, POSFLORES.COMLaurensius Jefrianus Amat (19), Mahasiswa asal Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Jefrianus saat ini sedang menimba ilmu di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Fakultas Pertanian, program studi Agribisnis.

Mahasiswa semester 2 yang akrab disapa Jefri ini tergolong pemuda yang mandiri. Pasalnya, biaya perkuliahannya ditanggung sendiri karena ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai security di Hotel Mahajaya Denpasar, Bali.

Kendati demikian, kondisi batin dan pikiran mahasiswa yang memiliki keterampilan bela diri Pencak Silat ini mulai terombang-ambing, ketika ia di PHK pada bulan Januari, sebelum pemerintah menerapkan kebijakan soccial distancing/pembatasan sosial.

“Selama ini, biaya perkuliahan cukup terbantu dari hasil kerja.  Saya bekerja sebagai sebagai security di hotel. Hanya saja, batin dan pikiran saya mulai terombang-ambing semenjak saya di PHK pada bulan Januari,” ungkap jefri kepada Posflores.com, Senin (04/05/2020), via seluler.

Kepada posflores.com, ia mengaku, hotel tempat ia bekerja dulu telah memberlakukan PHK pada bulan Januari. Hal itu disebabkan karena kunjungan tamu lokal maupun asing menurun. Pada saat itu virus corona sudah menyerang Indonesia.

“Mungkin pemilik hotel punya pertimbangan khusus untuk memutuskan hubungan kerja dengan semua karyawan pada bulan Januari. Karena pada saat itu kunjungan tamu sudah semakin berkurang. Yah, jujur saja, waktu itu saya kebingungan cari uang untuk biaya hidup dan kebutuhan primer lainnya. Akhirnya saya putuskan numpang di kos teman, karena saya sudah berkomitmen untuk tidak pulang kampung selama musibah virus corona belum berakhir,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika itu, kampus menerapkan kebijakan kuliah daring yang dimulai pada bulan Maret. Dirinya sempat kebingungan mencari uang pulsa. Pasalnya, setiap hari mahasiswa ini harus mengirim tugas secara online.

“Saya sempat kebingungan mencari uang untuk isi pulsa data. Soalnya, setiap hari saya harus mengirim tugas secara online. Ya, syukur saya sedikit terbantu dengan teman-teman dekat yang membantu krim pulsa data. Dan juga ada sedikit kiriman dari orang tua di kampung, meskipun nominalnya tidak begitu besar karena mereka juga lagi mengalami persoalan yang sama,” jelasnya.

Rupanya Tuhan punya rencana yang indah untuk Jefrianus, karena saat ini, dirinya mendapatakan pekerjaan baru. Saat ini ia bekerja sebagai security disalah satu toko pakaian di kota Denpasar.

“Untuk saat ini sudah 2 minggu saya bekerja sebagai security di toko pakaian. Dan kami karyawan hanya bisa bekerja sampai Pukul 21.00 Wita, sesuai kebijakan pemerintah. Saya bersyukur, walau gaji pas-pasan, yang penting bisa tambah uang pulsa dan biaya regis mata kuliah,” ungkapnya. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top