Banner-Top
Banner-Top

Mahasiswa asal Matim ini Kecewa tidak Mendapat Bantuan dari Pemda

Anastasia. Foto/ist.
Anastasia. Foto/ist.

SURABAYA, POSFLORES.COMAnastasia Bela, seorang Mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya, asal Kabupaten Manggarai Timur, NTT, terancam tak dapat bantuan Covid 19, karena tak memiliki tanda tangan dari orangtuanya.

Anastasia, melalui pesan WhatsApp kepada posflores.com, Senin malam, 8 Juni 2020 mengatakan, telah mengumpulkan segala persyaratan untuk mendapatkan bantuan Covid 19 sesuai persyaratan resmi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya dapat telpon dari kelurahan, kalau saya tidak bisa dapat bantuan karena tak punya tanda tangan orangtua. Padahal saya sudah mengikuti secarah lengkap persyaratan dari Pemda Matim terkait bantuan covid 19,” ungkap Anastasia.

Dirinya mengaku bisa kuliah hanya bermodal gaji dari hasil keringat bunya yang seorang penjaga anak orang ( Baby Siter ) di Surabaya. Sementara Ayahnya telah meninggalkan dia dan ibunya, saat Anastasia masih kecil.

“Biar saya tidak usah dapat bantuan saja, tau begitu jangan membuat saya bergerak untuk mengurus segala persyaratan. Sudah lengkap, baru bilang kendala tanda tangan dari orang tua,” ungkap Anastasia dengan nada kesal.

Hingga berita ini ditayang, pihak Pemerintah Kelurahan Golo Wangkung Barat, Lengko Ajang, tempat asal Anastasia belum dapat dihubungi. [Wil Susu]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top