Mahasiswa asal Matim Ngeluh Dana Bansos Belum Diterima

SURABAYA, POSFLORES.COMJanji Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) untuk memberikan bantuan tunai kepada mahasiswa hingga kini belum dirasakan oleh semua mahasiswa asal kabupaten itu.

Padahal data-data yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten sebagai persyaratan untuk dapat menerima bantuan tersebut sudah dikirim oleh mahasiswa sejak tiga bulan lalu.

Arsianus Goldy, mahasiswa asal Desa Wea, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur mengaku bingung terkait bantuan sosial untuk mahasiswa. Menurut dia, dana untuk diberikan kepada mahasiswa hingga kini tidak jelas keberadaannya. Menurut Arsi, dirinya bingung mau salahkan siapa, Pemerintah Desa atau Pemda Matim.

“Saya bingung mau salahkan siapa, karena belum tahu sumber permasalahannya di mana. Apakah dari Pemerintah Desa atau dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” ungkapnya kepada posflores.com (11/7/2020).

Arsi menambahkan, bantuan tersebut lebih baik tidak usah diberikan jika memang tidak jelas keberadaannya.

“Ya, kalau memang masih lama waktu untuk kita dapat bantuan dana yang telah dijanjikan oleh pemerintah, biar kita tidak usah dapat sudah. Sekalipun memang banyak mahasiswa yang belum dapat. Sudah tiga bulan lebih kami tunggu bantuan tersebut, dan kami sudah malas menunggu,” katanya.

Sementara itu, Pamerntah Desa Wae,saat dikonfirmasi posflores.com mengatakan bahwa hampir 90% desa di Kecamatan Sambi Rampas belum mendapatkan bantuan untuk mahasiswa.

“Itu hak dan kewenangan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” jawabnya singkat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Boni Hasudugan Siregar, kepada posflores.com mengatakan bahwa prosesnya agak lama karena nomor rekening yang dikirim mahasiswa harus dicek kembali di bank (BRI, BNI dan Bank NTT). Untuk tahap ini, kata Boni, semula tidak direncanakan tetapi harus dilakukan karena sangat banyak nomor rekening tidak sesuai dengan nama dan ada juga yang salah.

“Proses penyaluran bansos untuk mahasiswa itu bertahap. Harus Antri per desa sesuai data yang lebih dahulu masuk. Hingga saat ini masih ada kecamatan yang belum ada satu desa pun yang lakukan pencairan. Seperti kecamatan Elar,” tutup Sekda Boni. [Wil Susu]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

News Feed