Banner-Top
Banner-Top

Mahasiswa Tagih Janji, ini Jawaban Pemkab Matim

Boni Hasudungan. Foto/ist.
Boni Hasudungan. Foto/ist.

SURABAYA, POSFLORES.COMRencana Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa yang kuliah di luar daerah dinilai lamban. Hal itu disampaikan oleh Gusti Marsi, mahasiswa asal Kabupaten Manggarai Timur yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Universitas Kartini Surabaya.

Menurut Gusti, mahasiswa sangat membutuhkan sentuhan dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Upaya Pemda matim sangat bagus, hanya sekarang soal sembako belum tiba. Perut mahasiwa tidak bisa menunggu di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Gusti kepada posflores.com melalui sambungan telfon pada Sabtu 30 Mei 2020.

Gusti berharap agar Pemda Matim tepati janji untuk membantu mahasiswa Matim yang saat ini masih berada di luar pulau.

“Mohon pemerintah jangan lupa dengan janji untuk bantu mahasiswa,” tambahnya singkat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Boni Hasudungan Siregar, mengatakan sumbangan terhadap mahasiswa masih dalam proses verifikasi dan menyandingkan usulan dari desa dan kelurahan.

“Sebagian besar data dari desa belum masuk karena saat ini desa masih sibuk menuntaskan pembagian BLT DD,” ungkap Boni.

Boni menambahkan, sejak menerima data dari mahasiswa tiga minggu lalu, tim verifikasi di kabupaten terus bekerja. Menurutnya, untuk menyelesaikan semuanya butuh waktu karena ada 176 desa karena sebelumnya tidak punya data mahasiswa.

Hasudungan menjelaskan Pemda Matim tidak memberikan bantuan dalam bentuk sembako tetapi dalam bentuk uang tunai yang akan di salurkan melalui orang tua mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Manggarai Timur. [Wil Susu

]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top