Banner-Top
Banner-Top

Mama Agnes Butuh Uluran Tangan Demi Merawat Suami

Mama Agnes bersama suaminya yang sakit. Foto/Ando.
Mama Agnes bersama suaminya yang sakit. Foto/Ando.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COMMama Agnes Teme (62), Warga Dusun Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur setia merawat suaminya yang menderita stroke berat.

Ibu satu anak ini saban hari banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal itu diceritakan Mama Agnes kepada posflores.com, Jumat, 19 Maret 2021.

Mama Agnes mengatakan, semenjak suaminya mengalami sakit dan anak semata wayangnya masih sekolah, dirinya harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga menggantikan sang suami.

“Suami saya mengalami sakit stroke, gula darah dan kolesterol sudah 4 tahun lebih lamanya. Saya rela banting tulang untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam rumah dan kebutuhan anak saya yang sementara kuliah. Saya bersyukur anak saya telah selesai kuliah,” ujarnya.

Mama Agnes menerangkan, sebelum memulai aktivitas, ia harus mengurusi semua kebutuhan suami yang sakit hingga keperluan anaknya.

“Jadi saya harus mencari uang untuk pengobatan suami saya. Membeli semua kebutuhan dalam rumah dan mana lagi mencari uang untuk anak saya yang saat itu dibangku kuliah. Saat ini butuh uluran tangan guna menyembuhkan suami saya,” terangnya.

Dia juga mengatakan, kalau saat ini sudah sedikit lega karena anaknya sudah selesai kuliah dan sedikit membantu untuk bekerja.

“Saat ini, saya sedikit lega karena anak kami sudah selesai sekolahnya, tentunya dia bisa bantu saya untuk bekerja dan menjaga serta merawat ayahnya,” ucapnya.

Sementara itu, Yun (25) anak semata wayang Mama Agnes mengatakan bahwa sosok ibunya sangatlah penting dalam kehidupannya. Kata Yun, Ibunya bekerja keras demi asap dapur agar tetap mengepul.

“Ibu saya merupakan perempuan hebat dan tangguh serta bertanggung jawab. Kurang lebih 4 tahun lamanya dia hanya bekerja sendiri untuk menafkahi saya dan papa,” cerita Yun sambil mengusap air mata yang menetes.

Yun mengatakan, keluarganya sangat berterimakasih kepada wartawan yang sudah mengunjungi serta menulis kisah hidup keluarganya tersebut.

Dia berharap, Pemda Matim dan orang-orang baik yang mau meringankan beban hidup keluarganya.

“Kami juga berharap melalui bantuan pemberitaan media ini Pemerintah Manggarai Timur membuka mata untuk memperhatikan keluarga saya. Kami tidak pernah tersentuh bantuan apapun selain bantuan C-19. Saat ini saya belum mendapatkan pekerjaan tetap.,” katanya. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top