Banner-Top
Banner-Top

Mantan Kades Rana Gapang Dituding Gelapkan Dana Pembangunan Irigasi

Pembangunan saluran air di Desa Rana Gapang diduga bermasalah. Foto/Yunt.
Pembangunan saluran air di Desa Rana Gapang diduga bermasalah. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR — Silvanus Nggala, mantan Kepala Desa (Kades) Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur dituding telah menggelapkan dana proyek pembangunan saluran irigasi di Dusun Ledu, Desa Rana Gapang.

Pernyataan tersebut disampaikan Longsor Sadu, Warga  Desa Rana Gapang, Selasa, 27 Juli 2021. Menurut Sadu, dana yang dikucurkan untuk membangun irigasi tersebut senilai Rp.190.000.000,00 (Seratus Sembilan Puluh Juta Rupiah).

Dikatakan Sadu, setelah melakukan cek di aplikasi sid.kemendes, ternyata anggarannya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Setelah dicek di situs sid.kemendes, pembangunan irigasi itu hanya menghabiskan anggaran Rp.37.750.000,00 (Tiga Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Kami menduga, dana pembangunan irigasi ini telah disalahgunakan atau digelapkan mantan Kades,” papar Sadu.

Hal yang sama dikatakan Ignasius Danu, salah satu tokoh masyarakat Rana Gapang. Menurut Danu, pembangunan saluran irigasi tersebut belum tuntas sejak dibangun tahun 2018 lalu.

“Pembangunan saluran irigasi dibangun pada tahun 2018. Namun sampai saat ini pengerjaannya belum tuntas,” kata Danu.

Ia juga menerangkan bahwa dalam pelaksanaan proyek irigasi tersebut tidak memiliki papan informasi atau papan tender sebagai salah satu bentuk transparansi publik.

“Seharusnya di lokasi pembangunan harus ada papan informasi publik. Sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang No.6 tahun 2014 tentang transparansi pengelolaan dana desa yang baik dan benar. Selain itu, saya juga kaget ketika ada laporan yang berkaitan dengan besaran dana tetapi dalam RAB tidak sesuai dengan laporannya,” terang Danu.

Danu mengatakan tidak sepakat dengan proyek irigasi yang pagu dananya sebesar Rp.190.000.000,00, sementara dana yang terpakai hanya Rp.37.750.000,00.

“Dalam anggaran belanjanya hanya membeli pipa 4 Dim sebanyak 80 batang dengan harga Rp.300.000,00 per batang, semen 50 sak dengan harga Rp.75.000,00 per sak dan biaya tenaga kerja senilai Rp.10.000.000,00. Sedangkan pasir dan batu itu swadaya masyarkat,” katanya.

Ia juga meminta mantan Kepala Desa untuk mempertanggungjawabkan anggaran yang ada.

“Saya meminta untuk mengklarifikasi anggaran kepada masyarakat sebagai bukti tranparansi dari dana tersebut,” terangnya.

Ignasius mengatakan warga Desa Rana Gapang merasa dirugikan dengan adanya kasus tersebut.

“Kami mengharapkan keseriusan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk menyikapi kasus ini, karena ini menyangkut kehidupan warga Rana Gapang,” katanya.

Sementara Silvanus Nggala, mantan Kapala Desa Rana Gapang mengatakan kalau proyek pembangunan irigasi tersebut sudah tuntas.

“Saat ini masyarakat sudah merasakan semua air dari hasil pembangunan itu,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Manggarai Timur, Gaspar Nanggar saat dihubungi melalui sambungan telepon belum menanggapi persoalan ini. Walau Nomor telepon yang bersangkutan aktif. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top