Banner-Top
Banner-Top

Marsel Ahang: Seharusnya Saudara Deno Kamelus Ditetapkan Sebagai Tersangka

Marsel Ahang di hadapan Anggota Polres Manggarai. Foto/Hans.
Marsel Ahang di hadapan Anggota Polres Manggarai. Foto/Hans.

Oleh: Valery  Isno/Hans Mala

 


RUTENG, POSFLORES.COMPuluhan masa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Kabupaten Manggarai menggelar aksi damai di depan Polres Manggarai Selasa (26/11/2019).

Informasi yang dihimpun Posflores.com, kehadiran kurang lebih puluhan masa di depan Polres Manggarai tersebut untuk menyikapi masalah berhentinya penyelidikan kasus Embung Wae Kebong di wilayah RTK 18, Kecamatan Cibal yang ditangani oleh Polres Manggarai.

Dalam orasinya pimpinan LSM LPPMD Marsel Nagus Ahang mendesak pihak Polres Manggarai agar, Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) kasus pembangunan Embung Wae Kebong Wilayah RTK 18 Keamatan Cibal dicabut kembali karena, dinilai cacat prosedural dan cacat hukum.

SP3 yang sudah pernah diterbitkan oleh mantan Kapolres Manggarai AKPB Marselinus Sarimin Kerong sarat kepentingan korupsi kolusi dan nepotisme. Pembangunan Embung Wae Kebong yang dibangun dengan anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2016 senilai Rp.1.248.422.000 (Satu Miliar Dua Ratus Empat Puluh Delapan Empat Ratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah),” ucap Ahang.

Menurut Ahang, pembangunan Embung Wae Kebong telah menyalahi aturan penggunaan wilayah hutan lindung sesuai UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Embung. Setelah menyampaikan orasi, massa aksi diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan pihak kepolisian Resort Manggarai.

Begini Pak, seharusnya saudara Deno Kamelus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, karena sejauh ini Bupati Kamelus belum memenuhi syarat-syarat administrasi dalam proses perizinan pembangunan proyek ini,” ujar Ahang saat berdialog dengan pihak Kepolisian.

Menanggapi pernyataan Ahang, pihak Polres Manggarai menjelaskan bahwa, dari hasil Interogasi, pihak Polres telah menetapakan tiga orang tersangka.

Kami telah menetapkan 3 orang tersangka waktu itu. Dan nanti akan kami sampaikan juga kepada Kapolres Manggarai sebagai pimpinan kami Mengenai tuntutan dari Pak Marsel Ahang. Karena beliau hari ini tidak ada di tempat. Ada keluar daerah,” tegas Brigpol Wilfridus di depan massa aksi.

Pimpinan LSM LPPMD Marsel Nagus Ahang menyampaikan, apabila pihak kepolisian tidak segera mengusut kasus tersebut maka dalam waktu dekat LSM LPPMD akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Kami juga akan siap untuk mendatangkan massa lebih banyak lagi untuk aksi damai seperti ini pak, untuk menuntut keadilan,” kata Ahang.

Adapun pennyataan sikap yang dilayangkan LSM LPPDM dalam menyampaikan orasinya antara lain;
1. Mendesak Polres Manggarai segera menetapkan Bupati Deno selaku pemohon proyek embung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pokja untuk segera ditetapkan Tersangka.

2. Polda NTT bersama Polres Mamggarai menetapkan mantan Kapolres Manggarai AKBP Marsel Sarimin Kereong, Mantan Kasat Rekrim Aldo Febrianto untuk dijadikan tersangka karena dianggap telah melacuri lembaga polres Manggarai dalam memlerdagangkan kasus proyek embung tersebut sehingga terjadi SP3.

3. LSM LPPMD mendesak GAKUM LHK Jawa Bali, Nusa Tenggara untuk segera menyikapi masalah tersebut.(*)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top