Membidik Aktor Lain Di Balik Peristiwa Pembuangan Bayi

oleh -1.122 views
Jivansi Helmut. Foto/dok. Jivansi.

 Membidik Aktor Lain Di balik Peristiwa Pembuangan Bayi

Oleh: Jivansi Helmut

 

Tanggal 24 Oktober 2019 kemarin, ruang publik diramaikan dengan kabar penemuan jasad bayi yang diduga dibuang ibunya tepat di pinggir Kali Ngali Leok, wilayah Ngencung, kelurahan Watu, kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai.

Sontak, kabar yang menyayat hati ini pun tersebar kemana-mana hingga ke pelosok desa. Tak hanya itu, aneka jenis komentar pun bermunculan dimana-mana. Bahkan, sebagian orang pun terlihat memilih untuk mengungkapkan rasa pilu dan prihatinnya dengan menuliskannya pada dinding akun Facebook.

Kisah ini pun berlanjut hingga pada pengungkapan seorang perempuan yang diduga ibu dan pelaku pembuang bayi pada Jumat (25/10). Hal ini pun menambah daftar panjang aneka komentar dari pelbagai pihak yang menaruh perhatian dan bersimpatik dengan peristiwa tersebut. Memilukan memang. Apalagi perempuan yang diduga ibu dan pelaku pembuangan bayi tersebut adalah seorang mahasiswi.

Pada takaran ini, kita tentunya patut mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam menyingkapkan kasus ini, terlebih khusus pula aparat kepolisian yang dengan cepat bergerak guna mengungkapkan aktor pembuangan bayi. Di sisi lain, apresiasi yang sama juga patut kita layangkan bagi para warga yang telah membantu aparat kepolisian dalam mengungkapkan kasus ini.

Namun demikian, kita tentunya tidak bisa puas dengan beberapa fakta temuan tersebut sembari secara sepihak mengutuk Si ibu yang diduga adalah ibu dan pelaku pembuangan bayi. Dalam hal ini, kita diajak untuk lebih jauh melihat aktor lain dari peristiwa pembuangan bayi tersebut sembari memetik hikmah bagi kelangsungan hidup kita kedepan. Karena itu pula, kiranya tidak berlebihan jika kita sedikit diajak untuk kembali bertanya tentang aktor lain yang diduga ayah dari bayi tersebut? Siapakah aktor lain tersebut?

Menjawabi dan menemukan aktor lain dibalik kasus pembuangan dan juga penemuan jasad bayi tersebut memang tidaklah muda. Dibutuhkan keterbukaan ataupun kejujuran dari ibu yang diduga sebagai pelaku pembuangan jasad bayi tersebut. Jika tidak demikian, maka akan sulit untuk menemukan aktor lain yang diduga ayah dari bayi yang dibuang tersebut.

Seorang psikolog dan juga konsultan publik, Jefrin Haryanto, saat dimintai komentarnya terkait peristiwa yang menyayatkan hati tersebut mengatakan, pengungkapan aktor lain yakni suami atau ayah dari bayi yang dibuang tersebut pasti akan sulit. Pelaku, menurut Jefrin Haryianto, pasti akan menyembunyikan siapa ayah dari bayi malang ini, karena dua alasan, yakni pertama, pelaku tidak menyukai hubungan ini. Kedua, boleh jadi suaminya bukan laki-laki yang bebas, bisa suami orang, bisa keluarga dekat, bisa juga orang yang sangat terhormat karena posisi dan profesinya.

Pada takaran ini, keterbukaan dari pelaku sendirilah yang bisa membantu untuk mengungkapkan aktor lain dibalik peristiwa menyayatkan hati tersebut.

Lebih jauh, pertanyaan ini sebetulnya sangat menarik dan juga menantang, khususnya pula bagi aparat keamanan yang dipercaya sebagai pusat bagi pengungkapan dan penyelesaian pelbagai jenis kasus yang terjadi di masyarakat. Karena itu pula, pada titik ini, kita patut mendorong para aparat keamanan untuk bisa mengungkapkan kasus ini hingga tuntas. Sekali lagi, mari, mari kita melihat aktor lainnya dibalik kasus yang terjadi daripada kita terus-terusan mengutuk perbuatan si Ibu dari bayi tersebut sementara si Ayahnya dibiarkan berkeliaran atau berkelana di tenda-tenda pesta ataupun juga di kos-kos lainnya mencari mangsa.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *