Banner-Top
Banner-Top

Mengaku Dikeroyok, Ferdinandus Polisikan Marten

Ferdinandus. Foto/Ando.
Ferdinandus. Foto/Ando.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COMFerdinandus Jeharu, Warga Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur mengaku menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh Marten Mihu dan Saldin (Warga Kampung Ende), Jumat, 2 April 2021.

Menurut pengakuan Ferdinandus, akibat pengeroyokan tersebut dirinya menderita empat benjolan pada bagian kepala dan luka pada lengannya. Hal itu dikatakan Ferdinandus kepada posflores.com, Selasa, 6 April 2021.

“Pada malam sebelumnya (Kamis malam, 1/4) pelaku yang juga adalah tetangga saya karaoke sampai larut malam. Akibat hal itu saya tidak bisa tidur aman. Pagi Jumat, saya berselisih paham dengan istri lalu mengeluarkan kata Acu (Anjing) dan Ela (Babi) kepada istri saya,” jelas Ferdinandus.

Lebih lanjut Ferdinandus mengatakan, setelah bertengkar dengan istrinya seperti biasanya ia bergegas ke tempat usaha di Pasar Borong. Sekitar pukul 19.00 Witta usai menutup tempat usaha dia pun pulang ke rumah.

Menurutnya, sekitar satu jam berada di rumah, pelaku bersama dua orang temannya datang ke rumahnya untuk meminta penjelasan terkait kata Acu (Anjing) dan Ela (Babi) yang dilontarkan Ferdinandus pada pagi harinya.

“Ketika saya sementara menjelaskan terkait maksud kata-kata itu, tiba-tiba pelaku langsung pukul saya pada pipi kiri, kepala bagian belakang dan tendang pada bagian punggung,” bebernya.

Ferdinandus mengaku, usai kejadian tersebut dirinya kemudian mendatangi Polres Matim dan melaporkan terkait tindakan pengeroyokan yang menimpanya ke bagian SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Matim.

“Beberapa menit setelah itu saya langsung lapor kejadian ini ke Polres Matim,” ungkap Ferdinandus.

Sementara itu, terduga pelaku pengeroyokan, Marten Mihu membantah jika dirinya bersama kedua rekannya melakukan pengeroyokan.

“Kami mendatangi rumah Ferdinandus dengan maksud meminta penjelasan terkait pernyatan dia yang menyebut anjing dan babi, kami tidak bermaksud untuk memukul atau perbuatan yang melanggar hukum namum karena situasi dan kondisi yang tidak terkendali maka terjadilah perkelahian antara saya dan Ferdinandus,” ungkap Marten.

Marten mengaku, pada saat ia meminta penjelasan Ferdinandus, seketika itu Ferdinandus langsung menunjuk dan menendangnya.

“Dia langsung tunjuk saya saat saya tanya dia. Saat saya tanya, dia tendang saya di dada hingga jatuh. Setelah itu, ia ambil parang namum warga berhasil melerai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Marten.

Menggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S.Karimoy mengatakan bahwa persoalan tersebut sementara diproses oleh pihaknya.

“Dalam proses. Kita lagi periksa dan minta keterangan para saksi,” jelas Deddy singkat. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top