Banner-Top
Banner-Top

Menuju Kabupaten Literasi, Bupati Matim Sentil Sekolah yang jumlah Siswa Sedikit

Bupati Agas bersama pimpinan OPD. Foto/Ando.
Bupati Agas bersama pimpinan OPD. Foto/Ando.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM — Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan akan menutup lembaga pendidikan yang jumlah muridnya tidak memenuhi persyaratan.

Hal itu dikatakan Agas di hadapan wartawan bersama salah satu media pendidikan penggerak literasi Cakrawala NTT saat melaunching Kabupaten Manggarai Timur sebagai Kabupaten Literasi, Senin, 3 Mei 2021.

“Sekolah – sekolah yang jumlah muridnya sedikit ditutup saja. Hal tersebut sudah saya sampaikan ke Kadis PPO. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah kalau mau mutu pendidikan kita bagus, khusus siswa – siswi SMP harus diasramakan. Tugas Pemda bangun asrama dan fasilitasnya,” kata Agas.

Lebih lanjut Agas mengucapkan rasa syukur karena Kabupaten Manggarai Timur berani menerapka Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD), meskipun terkendala jaringan.

“Kemarin geger berita anak – anak Manggarai Timur mengikuti USBD di bawah pohon. Saya mengucapkan rasa syukur karena kita sudah berani mulai dalam kondisi keterbatasan,” ucap mantan Wakil Bupati Matim dua periode ini.

Agas berharap, USBD seperti yang dilakukan kali ini berkesinambungan agar sistem  tidak kendor dan anak – anak terbiasa dengan teknologi.

“Untuk program kita tahun depan, saya sudah omong dengan Kadis PPO dan Pimpinan DPRD supaya menyiapkan 50 sekolah untuk 30 unit laptop per sekolah,” tutup Agas.

Sementara itu, Kadis PPO Manggarai Timur, Basilius Teto mengatakan kegiatan literasi di Manggarai Timur berdampak jangka panjang. Dan semua itu akan dinikmati oleh siswa – siswi generasi berikutnya di Manggarai Timur.

“Saya katakan, bukan hanya setahun dua tahun kita dapat hasilnya, tetapi jangka panjang bagi siswa – siswi yang merupakan generasi Manggarai Timur,” kata Teto.

Sementara itu, pimpinan umum Media Pendidikan Cakrawala NTT, Gusty Rikarno menjelaskan bahwa mengakarkan gerakan literasi di Matim butuh gerakan bersama.

“Menggiatkan literasi ini tidak bisa sendirian. Tidak bisa hanya kita saja dan harus semua secara bersama-sama. Kami juga berharap dukungan bapak – bapak kepala dinas yang lain, kemudian juga bapak ibu dewan juga diajak mendukung kegiatan ini,” kata Gusty.

Sebagaimana diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Matim Stefanus Jaghur, para Pimpinan OPD Lingkup Pemda Matim, Wakil 1 DPRD Matim Bernadus Nuel, Kepala Kantor Bahasa NTT Syaiful Lubis dan para kordinator taman baca di Manggarai Timur. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top