Banner-Top
Banner-Top

Mesin Insenerator Milik Pemda Matim Siap Hanguskan Limbah B3

Mesin pembakar limbah siap digunakan. Foto/Ando.
Mesin pembakar limbah siap digunakan. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COM--Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), dr. Surip Titin gelar kegiatan pembakaran perdana sampah limbah B3 dari Shelter Covid-19 Matim.

Selain sampah medis dari Shelter Lehong, ada juga sampah medis yang dikirim dari empat puskesmas lainnya di Matim untuk dibakar pada mesin Insenerator milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Selasa 7 Juli 2020.

Menurut dia, kapasitas alat pembakar sampah milik RSUD Borong itu bisa membakar 1 kubik per jam dengan suhu 1200. Mesin ini mampu membakar seluruh sampah berbahaya termasuk dari logam logam.

"Mesin Insenerator rumah sakit ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh sampah limbah B3. Bukan hanya limbah dari Puskesmas, dan Rumah Sakit, akan tetapi sampah dari pihak swasta, dari masyarakat dan juga dari institusi pendidikan bisa dibakar di sini. Sampah sampah daerah tetangga juga bisa dikirim ke sini untuk dibakar," ungkapnya.

Terkait mesin pembakaran limbah B3 milik RSUD Borong itu, Titin menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan perdanya sehingga ada pemasukan untuk PAD Matim.

Sementara itu, direktur RSUD Matim, dr. Yori Emilia, mengaku bangga karena mesin insenerator sudah ada di RSUD Borong walaupun masih ada 29 puskesmas lainnya masih belum ada.

"Kita merasa lebih aman karena kita sudah memiliki sarana yang sesuai dengan standar," katanya.

Menurut Yori, mesin insenerator ini bisa memenuhi kebutuhan pengolahan limba B3 untuk 29 puskesmas di wilayah kerja Kabupaten Matim. Ia berharap agar Pemda Matim segera menyiapkan tempat khusus untuk penyimpanan abu dari hasil pembakaran limbah B3.

"Kita berharap akses jalan menuju mesin insenerator ini bisa segera diselesaikan karena jalannya agak sedikit menyusahkan kami," ucapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Matim, Donatus Datur menuturkan, pembakaran sampah melalui mesin insenerator yang sangat luar biasa sehingga sampah sampah yang ada tidak buang di sembarangan tempat khususnya sampah medis.

Ia menambahkan sampah medis kalau dibuang disembarang tempat, pasti ada dampak yang sangat besar terhadap masyarakat.

"Walaupun kegiatan ini belum ada izin tapi kami mendapat dispensasi dari pihak dirjen persampahan dan limba agar sampah limba B3 dari selter Covid-19 harus segera dibakar," kata Datur.

Kegiatan pembakaran perdana limbah B3 itu, dihadiri pihak RSUD Matim, Kasat Reskrim Polres Matim, Dandramil Borong, dan dinas BLHD Matim. [Ando/Wil]

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top