Selasa, 9 Maret 2021

Mesin Sumur Bor Rusak, Warga Kota Ndora Kesulitan Air Bersih

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COMWarga Kampung Wolokolo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur meminta pihak BWS NT ll (Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara ll) agar memperbaiki Sumur Bor yang rusak di wilayah tersebut.

Warga mengaku air dari Sumur Bor tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka setiap hari.

Perangkat mesin sumur bor yang rusak. Foto/Ando.

“Kami sedikit kesal dengan kondisi ini. sudah sembilan (9) bulan kami tidak menikmati air bersih akibat mesin rusak,” kata Maria, warga Kampung Wolokolo, Jumat, 22 Januari 2021.

Warga mengatakan pihak BWS NT ll membangun sumur tersebut pada tahun 2017 silam. Saat ini sumur tersebutĀ  tidak beroperasi seperti sedia kala.

Ruang mesin sumur bor yang rusak. Foto/Ando.

Penga Kornelis, tokoh masyarakat setempat mengaku jika situasi tersebut sangat merugikan warga bila dilihat dari segi ekonomi.

“Sejak bulan April (4) 2020 kami tidak lagi menikmati air bersih lantaran mesin sumur bor tidak bisa lagi beroperasi. Jujur saja pak, dalam sebulan kami bisa menghabiskan uang sebesar Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah) untuk membeli air. Bila dilihat dari segi ekonomi, tentu hal ini sangat merugikan kami,” ucapnya.

Pensiunan guru ini berharap pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II segera mengirim teknisi untuk memperbaiki kerusakan mesin sumur bor.

“Semoga secepatnya kerusakan ini segera diatasi. Jujur, kami mau menikmati air bersih dari sumur bor. Selama ini bagi warga yang tidak mampu, terpakasa pergi timba air di Kali Wae Bobo yang jarak pulang pergi sekitar 2 kilo meter,” ucapnya.

Lokasi panel surya yang ditumbuhi rumput. Foto/Ando.

Sementara itu, pihak BWS NT ll ketika dihubungi posflores.com melalui sambungan telepon tidak tersambung akibat nomor yang dituju tidak aktif.

Posflores.com kemudian meminta tanggapan Pemda Manggarai Timur melalui Dinas PUPR untuk menyikapi Persoalan ini. Yos Marto, selaku Kepala Dinas PUPR Matim berjanji akan menghubungi pihak BWS NT ll untuk memperbaiki kerusakan mesin bor tersebut.

Bak penampung yang tidak terisi air. Foto/Ando.

“Walau ini memang bukan kewenangan kami, namun secepatnya kami akan berkomunikasi dengan pihak BWSNT II di Kupang agar bisa menyelesaikan persoalan ini. Dan harusnya, ada OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) yang berkoordinasi dengan pihak BWS NT ll,” jelas Marto. (Ando)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0


0

- Advertisement -

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0