Rab. Feb 19th, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Miris, Bunuh Diri di Hari Natal, EA Tinggalkan Surat untuk Orang Tua

2 min read

Korban AE. Foto/Stanislaus.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COM–Seorang gadis berumur 19 tahun tega mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa yang tidak layak ditiru ini, terjadi di Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur pada Rabu 25 Desember 2019.

Kasie Tramtib Kecamatan Poco Ranaka, Stanislaus Nujun, kepada posflores.com mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Desa Golo Lobos, sekitar pukul 8:00 witta.

Kejadiannya tanggal 25 Desember 2019, sekitar pukul 8:00 witta di Desa Golo Lobos. Korban berumur 19 tahun. Pada Pagi harinya, orang tua korban mengajaknya pergi Misa Natal, namun korban menolak ajakan tersebut dengan alasan hendak masak. Mendengar alasan korban, kedua orang tuanya tidak memaksa korban. Namun setelah pulang Misa, betapa kagetnya kedua orang tua korban melihat anak gadisnya telah meninggal dengan cara gantung diri di dalam kamar milik kedua orang tuanya. Keceriaan Natalpun pecah berubah jadi tangisan,” jelas Nujun (26/12/19).

Menurut Stanislaus, sebelum bunuh diri, korban menulis sepucuk surat buat orang tuanya. Isi surat tersebut, korban meminta orang tuanya untuk tidak bersedih melainkan selalu tersenyum.

Sepucuk surat untuk orang tua dari korban. Foto/Stanislaus.

Sebelum bunuh diri, korban menulis surat untuk kedua orang tuanya. Dia meminta orang tuanya supaya jangan bersedih melainkan tetap tersenyum. Korban baru 2 minggu di kampung, sebelumnya korban kerja di Labuan Bajo. Dia kerja di sana baru 4 bulan, kemarin pulang kampung mengeluh sakit,” tambah Stanislaus.

Menurut Nujun, jenasah korban tidak  divisum atas permintaan keluarga korban. Keluarga menerima kepergian korban sebagai sebuah musibah keluarga.

Orang tua korban menolak untuk divisum. Mereka menerima kematian korban sebagai musibah. Kemarin kita bersama anggota Polisi dari Pospol Mano ke rumah duka. Keluarga tidak bersedia jenasah korban di outopsi. Orang tua korban sudah tanda tangan berita acara penolakn untuk divisum. Hingga saat ini belum tau apa motif korban melakukan tindakan tersebut,” jelas Nujun.(*)

Facebook Comments