Banner-Top
Banner-Top

Miris, Guru dan Siswa di Matim Tempuh 15 Kilo Meter Demi Jaringan Internet

Demi jaringan internet, guru dan siswa tempuh 15 km. Foto/Relys.
Demi jaringan internet, guru dan siswa tempuh 15 km. Foto/Relys.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Sebanyak 43 siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap Taga Laga Buru, Desa, Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) di Watu Weri, Desa Rana Mbeling, Rabu, 14 April 2021.

Untuk mencapai lokasi tersebut para siswa dan guru harus menempuh jarak sejauh 15 Kilo Meter (KM) dari SMPN Satap Taga Laga Buru. Para siswa terpaksa mengikuti ujian di Watu Weri demi mendapat yang namanya jaringan internet.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMPN Satap Taga Laga Buru, Yohanes Jehaman. Menurut Yohanes, proses pelaksanaan ujian sekolah berbasis digital sangat berat bagi lembaga yang dipimpinnya.

“Kami merasa sangat berat untuk menjalani USBD. Hal ini karena begitu banyak kendala, baik sarana maupun fasilitas yang akan digunakan. Demi medapat jaringan internet, kami harus berjalan sejauh 15 kilo meter. Lelah dan berat rasanya. Namun kondisi harus kami terima agar anak – anak tetap mengikut ujian,” katanya.

Yohanes mengatakan, pihaknya terpaksa melaksanakan ujian di lokasi itu lantaran buruknya jaringan internet di SMPN Satap Taga Laga Buru tempat pengabdiannya.

“Kami terpaksa mengikuti ujian di Rana Mbeling, karena akses internet yang bagus hanya ada di sini,” ujarnya.

Sementara Lodriges Tau, operator SMPN Satap Taga Laga Buru, mengaku jika kondisi jaringan internet di wilayahnya sangat susah

“Sejak lama sekali jaringan sangat susah. Terpaksa ujiannya harus dilaksanakan di tempat yang kondisi jaringan internetnya bagus,” paparnya.

Sementara itu, Aurelia Sindi, salah satu siswi SMPN Satap Taga Laga Buru mengatakan bahwa
keterbatasan jaringan internet di sekolahnya menjadi kendala. Sehingga para guru berusaha mencari jaringan internet sampai di Rana Mbeling.

“Kami harus rela jalan dengan jarak 15 kilo meter untuk mengikuti proses USBD. Walaupun jaraknya jauh, kami semua tetap semangat untuk mengikuti ujiannya,” ucapnya.

Sindi berharap, Pemerintah Daerah Manggarai Timur dapar memperhatikan jaringan internet di Golo Nderu lebih khusus di sekolahnya.

“Saya berharap banyak pada Pemda Marim untuk memperhatikan jaringan internet di sekolah saya. Sehingga untuk ke depanya tidak menjadi kendala lagi seperti ini,” harapnya. (Relys)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top