Miris, Proyek Lapen di Kota Komba Berkualitas Buruk, diduga Kerja Asal Jadi

Kondisi Jalan Lapen di Kota Komba. Foto/ist.

BORONG, POSFLORES.COM–Pengerjaan jalan lapisan penetrasi (lapen) dengan nama paket Waelengga-Lete-Sp. Rajong, dikatakan kualitasnya sangat buruk. Hal ini dikatakan Leksi, warga Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Senin (17/2/2020)

Dikatakannya, pengerjaan lapen tersebut baru selesai sebulan yang lalu, namun belum apa-apa sudah terkelupas dan hancur.

Baru sebulan yang lalu selesainya pak. Belum apa-apa, lapisannya sudah hancur begini. Ini pekerjaan kualitasnya sangat buruk,” kata Leksi.

Pengerjaan lapen yang diawasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Matim tersebut, diduga tidak memasang papan informasi alias papan tender. Sehingga masyarakat setempat kewalahan mendapatkan informasi terkait nama CV atau kontraktor pelaksana proyek.

Kami tidak tahu CV apa yang mengerjakan jalan ini pak. Papan tendernya saja tidak ada,” tambah Leksi.

Dia meminta Dinas PUPR, DPRD, dan Inspektorat Matim, untuk secepatnya datang meninjau lokasi proyek tersebut.

“Kami meminta dinas terkait, untuk datang meninjau lokasi ini,” pinta Leksi.

Sementara itu, wakil DPRD Manggarai Timur, Bernadus Emanuel mengatakan bahwa, dirinya akan berkordinasi dengan anggota DPRD dapil V Kota Komba, untuk turun meninjau jalan lapen tersebut.

Saya kordinasi dulu dengan anggota DPRD dapil Kota Komba mereka pak Tarsan Tulus, pak Ferdinandus Masmur, pak Vinsensius Reamur, pak Fenti Rodja, pak Luko Modo dan ibu Florensia Pareira, untuk meninjau jalan tersebut. Saya berharap Bupati juga bisa turun langsung dengan DPR nanti meninjau lokasi ini,” kata Bernadus, Selasa 18 Februari 2020.

Dirinya juga mengecam ulah kontraktor yang mengerjakan proyek asal-asalan tersebut. Ulah kontraktor tersebut dinilai menguntungkan diri sendiri di atas penderitaan masyarakat.

Terkait hal ini, saya sudah berbicara dengan pak bupati, Agas Andreas, supaya kontraktor yang kerjanya asal-asalan, tidak boleh lagi kasih jatah proyek ke depannya. Kondisi seperti ini kan yang kenyang kontraktor,” ujar Bernadus.

Tak hanya Bernadus Nuel, anggota DPRD dapil V Kota Komba, Lucius Modo mengatakan bahwa, dirinya sudah turun ke lokasi ketika melakukan reses di tempat tersebut beberapa waktu yang lalu.

Waktu itu kepala desa dan masyarakat mengadu ke saya. Setelah itu saya turun ke lokasi dan sempat mengambil gambar beberapa titik yang rusak. Saya melakukan koordinasi dengan ketua DPRD Matim dan dia teruskan ke Kepala Dinas PUPR. Waktu itu katanya, dinas akan memanggil kontraktor yang bersangkutan,” kata Lucius, Selasa 18 Februari 2020.

Dirinya menambahkan, jika kondisi sudah seperti ini, kontraktor pelaksana harus bertanggungjawab.

Kalau kondisinya seperti itu, kontraktor harus kerja ulang. Tidak boleh tambal setengah-setengah. Karena akan mempengaruhi yang lain,” Lucius menambahkan.

Informasi yang diperoleh Posflores.com, jalan lapen tersebut dikerjakan oleh CV. Permai sebagai pelaksana dan yang mengawasi pekerjaan tersebut adalah CV. Barometer Entete. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada komentar ataupun tanggapan dari penanggungjawab proyek. Posflores.com mencoba melakukan konfirmasi lewat telepon dan pesan whatsApp dengan kontraktor tersebut, namun tidak ada jawaban. [Nardi Jaya]

Facebook Comments