Miris, Ruang Kelas Sekolah di Manggarai Hancur Tertiup Angin Kencang

Ruang SMPN 15 Satar Mese hancur diterpa angin kencang. Foto/Isno.

Oleh: Valery Isno

 

RUTENG, POSFLORES.COMAngin kencang yang melanda wilayah NTT baru-baru ini, berhasil memporakporandakan ruang kelas SMPN 15 Satar Mese di Desa Ulubelang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Menariknya, peristiwa ini tidak menyurutkan semangat belajar para siswa di Sekolah ini dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ). Walau terlihat hancur berantakan tanpa atap, semangat para siswa dan para guru tidak terbendung.

Bangunan yang berdinding pelupuh dan beratap sink ini berdiri sejak tahun 2016 silam. Ruangan permanen dibangun tahun 2017, dengan kategori tiga (3) ruang peruntukannya hanya untuk kantor dan 2 ruang untuk KBM.

Pada tahun 2019 dibangun lagi 2 ruang baru untuk KBM. Namun ruangan tetap kurang karena jumlah rombongan belajar ada 6. Akibat kekurangan ruangan, dan atas partisipasi dan swadaya masyarakat dalam membangun, maka  ruang darurat dibangun untuk membantu kelancaran KBM.

Pada akhirnya, ruang yang dibangun secara swadaya tersebut hancur diterpa angin kencang. Peristiwa ini terjadi pada saat liburan Natal 2019 kali lalu.

Kepala Sekolah SMPN 15 Satar Mese, Fransiskus Janggut, kepada posflores.com menyampaikan bahwa, awal kejadian ini waktu ujian semester akhir pada bulan Desember 2019 lalu, anak-anak terpaksa untuk tetap lanjut untuk mengikuti ujian.

Kejadian yang sangat parah itu ketika liburan Natal dan tahun baru hingga ruang sekolah tidak bisa dipakai lagi. Memang untuk laporan bencana, saya sudah buatkan laporan ke Pemda Manggarai di Ruteng. Untuk sementara, kami gunakan ruang kelas SDI Ulu Belang, tapi ambil jadwal sore,” jelas Fransiskus, Senin 6 Januari 2020.

Sementara itu, Camat Satar Mese Damianus Arjo, saat di konfirmasi Posflores.com mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengambil langkah setelah menerima laporan.

Kami telah mengambil beberapa hal terkait peristiwa tersebut dan akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut; Pertama, kami langsung ke lokasi untuk melihat kondisi dan mengambil langkah untuk kelancaran kegiatan KBM, sambil membuat laporan bencana. Kedua, meminta Koordinator Pendidikan Kecamatan Satar Mese untuk berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, agar mengatur kegiatan KBM, kemungkinan akan menggunakan ruang SDI Ulubelang walaupun Sekolah sore. Ketiga, membuat laporan bencana kepada BPBD utk mendapat bantuan tanggap darurat. Keempat, berkoordinasi dengan Dinas PMD dan Pemerintah Desa untuk menggunakan pos dana bidang tak terduga untuk tanggap darurat. Kelima, untuk jangka panjang mengusulkan dalam Musrenbangcam untuk tambahan Ruang Kelas Baru di SMPN Ulubelang,” jelas Damianus.(*)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0