Banner-Top
Banner-Top

Mobil Plat Hitam di Matim Harus Berbadan Hukum

 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Provinsi NTT, Feliks Yohanes Pulu. Foto: Pos Flores
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Provinsi NTT, Feliks Yohanes Pulu. Foto: Pos Flores

Borong, Posflores.com-Mobil plat hitam yang beroperasi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT harus berbadan hukum, berupa, Perseroan Terbatas (PT), Comanditaire Venotschap (CV), Yayasan atau pun badan hukum lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Provinsi NTT, Feliks Yohanes Pulu usai menggelar musyawarah cabang (Muscab) III tahun 2020 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Borong, Kelurahan Rana Loba, Rabu (12/8/2020) lalu.

Menurut Feliks badan hukum sangat penting, sehingga menjadi pegangan para pemilik kendaraan plat hitam untuk beroperasi di kabupaten itu.

"Untuk proses izin, kalau angkotannya lintas kabupaten maka kewenangannya itu ada di provinsi yang perwakilannya melalui UPTD," jelas mantan anggota DPRD Provinsi NTT empat periode itu," jelasnya.

Dikatakannya, Dinas Perhubungan dan kepolisian kabupaten itu, memiliki otoritas untuk menertibkan kendaraan plat hitam yang beroperasi mengangkut penumpang atau barang.

Kendati demikian, ia mengimbau para pemilik mobil di wilayah tersebut, mendaftarkan diri menjadi anggota Organisasi Angkutan Darat (Organda) Manggarai Timur.

Sementara itu, Ketua Organda Matim, Yosef Ode, mengatakan, menjadi pemimpin bukan tugas yang mudah. Apalagi terang anggota DPRD Matim itu, Organda Manggarai Timue baru diaktifkan kembali, lantaran sebelumnya vakum selama lima tahun.

“Maka saya sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dari parah pihak. Terutama dari dewan pembina yakni, Pa Bupati Manggarai Timur, pembina teknis dalam hal ini kepolisian dan dinas perhubungan Manggarai Timur,” katanya.

Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Borong-Rana Mese itu, menjelaskan, sebagai organisasi independen, Organda Matim sangat membutuhkan semangat kerja dari semua pengurus agar mampu membangun daerah ke depan. 

“Komitmen kita adalah Organda ini harus bisa bersaing seperti daerah lain. Misalnya, di DKI Jakarta, peran Organda sangat besar untuk kemajuan daerah. Bahkan kantornya sampai tiga lantai,” tukas anggota DPRD dua periode itu. (*)

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top