Banner-Top
Banner-Top

Muhammad Achyar Akan Ajukan Gugatan Class Action Pada PDAM Mabar

Muhammad Achyar (Ist)
Muhammad Achyar (Ist)

Posflores.com, Labuan Bajo – Masalah air minum di Kota Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat telah menjadi persoalan klasik. Hingga saat ini belum menemukan solusinya. Entah tidak tahu atau tidak mau tahu, beda-beda tipis. Padahal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memiliki fungsi dan tugas utama mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga atau pelanggannya. Namun faktanya fungsi itu mendek, seakan-akan tak berdaya menemukan solusi tepat terhadap persoalan pelayanan dasar dan hajat hidup masyarakat banyak.

Menyikapi hal itu, salah seorang advokat muda, Muhammad Achyar, SH bakal mengajukan gugatan class action terhadap PDAM Mabar.

Kepada Floreseditorial.com, Minggu (3/5/2020) menjelaskan, berbagai keluhan masyarakat sering disampaikan kepada pihak PDAM Labuan Bajo. Diantaranya aliran air ke rumah-rumah warga sering macet. Sementara pihak pelanggan tetap membayar iuran secara rutin setiap bulannya. Keluhan yang sama, demikian politisi muda ini, menjadi litani wajib dari tahun ke tahun hingga tahun 2020 ini. Bahkan masalah air minum di Mabar jadi akut yang sulit dipecahkan. Ironisnya, lanjut kandidat Bupati Mabar ini, pada musim hujan yang nota bene debit air besar justru aliran air ke rumah-rumah tetap dalam debit kecil. Pipa-pipa PDAM yang terpasang di rumah-rumah warga bukannya air yang mengalir, tetapi hembusan angin yang keluar dari pipa-pipa itu.

Menurutnya, berdasarkan fakta ini masyarakat pelanggan kebanyakan, mengalami kerugian. Bukan hanya kerugian membayar iuran wajib bulanan meteran air, tetapi harus mengeluarkan biaya tambahan membeli air tangki dengan harga mahal melampaui tarif air yang ditetapkan PDAM. Menyikapi permasalahan menahun ini, Muhammad Achyar, SH, selaku praktisi hukum dan advokat ini bakal mengajukan gugatan kepada PDAM Labuan Bajo.

Dia mengatakan, pemenuhan kebutuhan air minum adalah kebutuhan wajib yang disediakan daerah melalui unit pelayanan PDAM. Apabila aspek pelayanan ini tidak memenuhi standar, malah justru merugikan masyarakat atau pelanggan, maka negara atau pemerintah telah gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Apalagi di tengah situasi krisis mewabahnya Virus Corona seperti sekarang ini, air bersih tentu menjadi kebutuhan sangat vital. Maka suka tidak suka, persoalan air minum ini perlu segera dibereskan.

“Saya mengharapkan di masa akhir pemerintahannya ini, Pak Gusti Dulla dapat membereskan persoalan klasik ini. Tentu beliau tidak bisa berpikir dan bekerja sendiri. Ada pegawai yang telah ditugaskan untuk memecahkan masalah dan mencari solusi terkait persoalan mendasar ini. Kita harapan DPRD Mabar tidak tutup mata. Bisa jadi ada soal terkait pengelolaan sumber air minum, pelayanan dan pengadaan jaringan air minum yang tumpang tindih antara lembaga yang satu dengan lainnya,” paparnya.

Pada bagian lain, demikian Achyar, tidak hanya mengkritisi permasalahan PDAM yang membelit sudah cukup lama itu, tetapi serentak juga memikirkan langkah hukum sebagai solusi terakhir guna membereskan persoalan air minum di Mabar.

“Ya, saya akan membuka posko pengaduan bagi pelanggan PDAM yang merasa dirugikan. Posko ini dimaksudkan untuk menampung berbagai pengaduan masyarakat, tidak hanya estimasi kerugian materil tetapi termasuk immateril yang dialami para pelanggan. Dengan itu menjadi rujukan materi gugatan class action agar kerugian pelanggan harus menjadi tanggung jawab PDAM dan Pemkab Mabar,” ujarnya.

Langkah gugatan class action, tegasnya, bertujuan memberi shock therapy dan pelajaran bagi PDAM agar bertanggung jawab sebagai pihak yang menyediakan layanan air minum secara professional dan memuaskan bagi segenap pelanggannya.

“Posko pengaduan akan segera kami buka di Labuan Bajo. Akan tetapi untuk sementara pihak pelanggan dapat menyampaikan pengaduannya di nomor HP 081382097926,” pinta Achyar. (Yon)

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top