Olympus Hamid, Pramugara Murah Senyum asal Manggarai Timur




BORONG, POSFLORES.COMMenjadi orang sukses adalah impian setiap orang, tak terkecuali Olympus Hamid, salah satu pemuda asal Manggarai Timur.

Kepada poflores.com, Sabtu (9/5/2020), putra ke empat dari empat bersaudara, buah kasih dari Geradus Man dan Benedikta Naul ini menceritakan kisah awal dirinya lolos seleksi pramugara.

“Awalnya saya masuk Sekolah Penerbangan pada basic Pramugara, dengan mengikuti proses tes mahasiswa baru di Kampus Penerbangan BATC bali yang dilakasanakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat pada tahun 2019 lalu. Waktu itu, ada empat orang peserta mengikuti tes, tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan. Setelah proses interview, masih ada persyaratan lainnya yaitu berkaitan dengan tinggi serta berat badan. Puji Tuhan saya lolos seleksi dan lanjut mengikuti pendidikan di Bali,” tutur Ompi yang mengaku telah memiliki pacar tersebut.

Menurut Ompi, awalnya orangtuanya tidak setuju. Hal tersebut dikarenakan biaya sekolah penerbangan sangat mahal, apalagi basic pramugara yang terasa asing bagi mereka.

 

“Ketika saya lolos seleksi, orangtua saya merasa berat diongkos pendidikan. Biaya pendidikan ini menjadi beban berat buat mereka. Apalagi dengan proses pendidikan yang begitu singkat. Mengetahui orangtua saya memikirkan beban biaya tersebut, dalam hati saya berencana untuk tidak melanjutkan pendidikan saya,” kisah Ompi.

Dikatakan Ompi, disaat pikirannya mulai tidak menentu, tiba-tiba ada seorang malaikat penolong yang datang membantunya.

“Saat mengetahui orangtua saya memikirkan beban biayai pendidikan saya, tiba-tiba ada malaikat penolong saya datang memberi motivasi dan inspirasi bagi saya dan orangtua saya. Malaikat penolong tersebut adalah seorang pastor dari Paroki Mok, Romo Riky Pangkur, Pr,” kata pemuda kelahiran 17 Desember 1998 tersebut.

Menurut Ompi, berkat dukungan dan motivasi yang diberikan Romo Riky, pada akhirnya orangtua Ompi bersedia membiayai pendidikannya selama enam bulan di Bali.

“Ketika orangtua menyetujui untuk melanjutkan pendidikan ke Bali, saya merasa sangat senang dan bahagia. Saya pun mulai belajar di Kampus Penerbangan BATC Bali, di mana di Kampus ini, banyak melahirkan orang-orang hebat. Di Kampus ini, saya belajar bahasa Jepang, Korea, Inggris dan Mandarin. Dan lebih menariknya, kami mengikuti free study tour ke luar negeri,” tutur Ompi.

Dikatakan Ompi, setelah mengikuti pendidikan selama enam bulan, dirinya bersama teman-teman mengikuti training di Bandara Internasional Soekarno Hatta, di PT. Gapura Angkasa.

Olympus Hamid. Foto/Ompi Koleksi.

“Setelah proses pendidikan selama enam bulan, kami ikut training di Bandara Soekarno Hatta, yakni pada PT. Gapura Angkasa. Di situ kami melayani penumpang untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia dikeberangkatan domestik. Selama masa training, banyak hal yang menarik yang kami alami, yaitu bertemu dengan orang-orang baru baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata pemuda berzodiak Zagitarius tersebut.

Selain pengalaman yang menarik tersebut, ternyata ada pengalaman yang buruk juga, di mana pernah dimarahi penumpang karena pelayanan dirasa kurang bagus.

“Pernah dimarahi penumpang juga, karena pelayanan dirasa tidak bagus. Dan disaat kondisi seperti itu, saya jadi teringat orangtua di kampung, ingat papa dan mama serta saudara,” kisah Ompi.

Dikatakan Ompi, setelah proses training, dirinya kembali ke kampus guna menyelesaikan tugas akhir pendidikan.

“Setelah proses training, kami semua kembali ke kampus guna menyelesaikan tugas akhir,” kata pemuda ganteng kelahiran Kampung Kakang, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur tersebut. [YS]

Facebook Comments




Share and Enjoy !

0Shares
0


0

Berita Lainnya

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Berita Terbaru

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Kakak Ipar diduga Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas Enam Sekolah Dasar

LABUAN BAJO, POSFLORES.COM--Kasus dugaan pemerkosaan dilakukan kakak ipar terhadap adik ipar terjadi di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Tindakan amoral tersebut saat ini tengah...

Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT

Aliansi Solidaritas Besipae “Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT Pada tanggal 14 Oktober 2020, Rombongan Pemerintah Propinsi NTT melalui Polisi Pamong Praja, PORLI dan TNI...
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0