Para Suster Gembala Baik Gelar Seminar Humman Traficking di Paroki Waerana

Suster Lian Saat Membawakan Materi Seminar tentang Humman Traficking di Paroki Waerana. Foto: Ino Sengkang.

Oleh: Ino Sengkang

 

BORONG, POSFLORES.com–Para Suster dari Konggregasi Gembala Baik bersama team Yayasan Weta Gerak melaksanakan seminar tentang humman traficking(perdagangan manusia) migrasi dan kekerasan pada anak.

Seminar tersebut dilaksanakan di Aula Paroki Kabar Gembira Waerana, Kevikepan Borong, Manggarai Timur wilayah Keuskupan Ruteng. Kegiatan seminar oleh para suster  Gembala Baik tersebut dihadiri oleh umat paroki Kabar Gembira Waerana pada Minggu 21 Juli 2019.

Seminar dibuka secara resmi oleh dewan pastoral paroki Kabar Gembira Waerana, Ignasius de Quirino di hadapan umat, ketua-ketua KBG, pengurus wilayah/stasi dan Pastor Paroki . Sebelum membuka kegiatan, Ignasius de Quirino menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terimakasih atas kunjungan dan kesediaan tenaga dan waktu dari Suster Gembala baik untuk melakukan seminar bagi umat paroki Kabar Gembira Waerana.

”Atas nama umat, dewan pastoral paroki, kami menyampaikan terimakasih berlimpah atas kehadiran suster gembala baik dan tim Yayasan Weta Gerak. Persoalan human traficking atau lebih akrab di telinga umat kami perdagangan manusia sudah tidak asing lagi. Kegiatan seperti ini harus kita hargai dan semestinya juga harus diberi apresiasi kepada suster. Humman traficking itu yang sederhananya disebut  perdagangan manusia. Mengapa hal ini penting disampaikan kepada kami? Karena faktanya kejadian ini ada di sekitar kita bahkan ada di rumah keluarga kita. Oleh sebab itu, sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita mempunyai kewajiban moral untuk sama-sama mencari solusi supaya kalau bisa, harus sebisa mungkin diatasi bahkan kita putuskan mata rantai perdagangan manusia di NTT ini, lebih  khusus Manggarai Timur,” ungkap Ignasius.

Umat Paroki Waerana Hadiri Seminar Tentang Perdagangan Manusia yang Dibawakan oleh Suster Gembala Baik. Foto: Ino Sengkang.

Selanjutnya dalam pengantar singkat Sr. Lian RGS juga menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran umat, kerja sama dewan pastoral seksi karitas, OMK dan pastor paroki yang sudah memfasilitasi kegiatan seminar Humman traficking, KDRT, Migrasi dan perlindungan anak. Dirinya mengaku bangga, datang jauh dari Jakarta dan bisa bertemu umat di Paroki Kabar Gembira Waerana.

“Pertama, hari ini saya bahagia ada bersama romo, bapak ibu dan orang muda di Paroki Kabar Gembira Waerana. Saya merasa ma|u ketika menghadiri beberapa penemuan di luar negeri, di bahas dan ditampilkan beberapa foto kasus perdagangan manusia, itu lebih banyak dari Indonesia dan khususnya dari NTT.

“Kedua, di Jakarta ada beberapa tempat penampungan TKI yang datang dari berbagal daerah. Saya sering berjumpa dengan mereka, saya ke tempat penampungan teman-teman yang dieksploitasi. Dari sekian ratus orang mungkin ada seperempat itu dari NTT atau Flores bahkan Manggarai dan sebagainya. Kemudian saya ke Malaysia itu banyak teman kita hidup di hutan sabana dan ribuan anak-anak dari orang-orang NTT yang umur 5 sampai 12 tahun tidak pernah mengenyam pendidikan karena mereka hidup di hutan. Mereka tidak punya identitas, mereka tidak bisa sekolah, itu di Malaysia,” tandas Ketua Karya Sosial Indonesia ini.

”Ketika saya ke Batam, lanjut Suster Lian, ternyata banyak orang NTT itu hidup di hutan lindung. Mereka pulang dari Malaysia, karena saudaranya yang ada di situ, selanjutnya memanggil saudaranya yang lain dari NTT untuk bekerja di Batam dan Malaysia. Sedangkan di daerah lainnya di Kalimantan, saya juga bertemu dengan teman-teman dari NTT, 70% dari murid kami itu orang tuanya berasal dari NTT, mereka bekerja di perkebunan kelapa sawit,” pungkas Sr. Lian.

“Akhir-akhir ini kami menemukan banyak korban anak remaja dari Manggarai Timur yang bekerja di luar daerah. Selain itu juga sudah ada korban meninggal dunia asal paroki Kabar Gembira Waerana, meninggal ditempat kerja (Kalimantan dan Papua). Kami akhirnya bergerak ke Timur. Bertemu dengan Romo Mus Pr. Beliau sepertinya juga sangat merespons dengan baik sehingga kami kerja sama untuk berbuat sesuatu. Selama ini suster-suster Gembala Baik, sudah empat kali turun live in bersama umat paroki Kabar Gembira Waerana dan hari ini kami hadir lagi di Waerana,” tutur Sr. Lian RGS.

Suster Lian RGS bersama Tim Yayasan Weta Gerak akan mendata kembali umat paroki Kaabar Gembira Waerana yang bermigrasi.

“Sesuatu apa yang akan kami buat, kami belum tahu. Kami akan mendata kembali dan ingin tahu seberapa banyak sih umat Waerana ini yang pergi merantau. Bagaimana situasinya? Apa yang dialami oleh keluarga? Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan? Kami ingin tahu dan inilah yang menjadi langkah pertama. Selain itu tujuan lainya agar umat paroki Kabar Gembira Waerana di tahun Pelayanan ini saling mengunjungi sesama saudaranya khususnya keluarga yang bermigrasi,” tutup Ketua Karya Sosial Indonesia ini.

Selanjutnya pemaparan materi KDRT oleh Team Weta Gerak, Human trafficking, Migran, Perlindungan anak dan selanjutnya dibagikan kuisioner data umat yang bermigrasi. Seminar berjalan dengan penuh antusias dan ditutup dengan makan bersama.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.