Pecat Guru Honor, Kepsek SMP 6 Kota Komba Siap Dipecat dari Kepsek

oleh -2.125 views
Surat Pemecatan Guru SMP 6 Kota Komba oleh Kepala Sekolah. Foto: Yon Sahaja

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.com–Seorang guru honor di SMP Negeri 6 Kota Komba, melaporkan Kepala Sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur.

Guru honor bernama Salvianus Juga tersebut menilai pemecatan itu dilakukan secara sepihak oleh kepsek Laurensius Tinianus Jalo, karena tidak melalui prosedur yang benar.

“Saya menolak keputusan kepsek SMP 6 tersebut karena mengeluarkan keputusan tanpa melalui surat panggilan yaitu SP1, 2, dan SP3,” kata Salvianus saat ditemui awak media di kantor dinas P dan K Matim(25/7/2019).

Posflores.com mendapat salinan surat berprihal Pemberitahuan Pemutusan Hubungan Kerja itu. Isi surat menerangkan bahwa Salvianus dipecat dikarenakan meninggalkan tempat tugas tanpa alasan yang jelas kepada lembaga SMPN.

Menurut Salvianus, dirinya baru 23 hari tidak masuk sekolah dan itu sesuai sesuai kelender pendidikan.

“Mengapa hanya saya yang di-PHK. Sementara ada teman guru di SMP 6 yang  hampir 1 semester meninggalkan sekolah tidak PHK, dan lucunya guru tersebut mendapat rekomendasi bosda dari kepsek untuk pencairan bosda. Saya meminta keadilan pada dinas terkait hal ini, karena saya merasa dianaktirikan oleh kepsek SMP 6 Kota Komba,” ucap Salvianus.

 

Sementara itu, Kepsek SMPN 6 Kota Komba, Laurensius Tinianus Jalo, kepada wartawan saat ditemui di dinas P dan K  Kabupaten Manggarai Timur  mengaku sudah berkali-kali memberikan teguran kepada Salvianus Juga.

” Saya sudah tegur dia berkali-kali, saya bilang kamu (Salvianus) guru tua di sini (SMPN 6), dan orang asli di sini yang secara psikologis tidak bisa diganggu gugat. Namun teguran itu tidak diindahkan yang bersangkutan,” kata kepsek Anus.

Dia mengatakan, usai memberikan tugas kepada Salvianus untuk mengawas Ujian Nasional di salah satu SMP pada bulan April lalu, Salvianus tidak pernah masuk sekolah.

“Lalu beberapa hari kemudian dia hadir, saya tidak beri teguran mungkin karena dia merasa capek. Setelah itu dia menghilang terus sampai dengan bulan Mei. Makanya saya memutuskan untuk pecat yang bersangkutan,” ujarnya.

Kepsek Anus juga mengaku tidak memberikan surat teguran kepada Salvianus, dikarenakan sudah beberapa kali ia menegur secara lisan namun tidak diindahkan.

“Surat pemanggilan atau teguran itu tidak ada apalagi dia sudah menghilang dari sekolah dan statusnya masih guru honor. Saya tidak tahu dia punya regulasi atau Undang-undang guru honor ini seperti apa,” tukasnya.

 

Laurensius menjelaskan, sebelum keluarkan surat pemecatan itu, dirinya tidak melakukan kordinasi dengan dinas P dan K Matim.

” Saya tidak koordinasi dengan dinas. Tetapi tembusan saya sudah sampaikan ke yang bersangkutan dan juga ketua komite lalu dinas. Jika dinas pecat saya karena keputusan yang saya buat, maka saya siap. Mau pecat hari ini juga saya siap,” ujar kepsek Anus.

Terkait tidak adanya surat teguran, Laurensius mengatakan hanya menyampaikan teguran lisan. Namun, tidak kunjung di indahkan oleh Salvianus. Dirinya kemudian mengambil keputusan untuk memberhentikan guru tersebut.

“Saya tahu saya salah. Tetapi karena dia berulangkali melakukan hal yang sama, makanya saya pecat. Lalu terkait salah satu guru yang kembali diakomodir, itu karena kinerjanya bagus dan yang bersangkutan di pecat oleh Kadis P dan K terdahulu. Dia sangat disiplin dan dalam catatan rekam jejak yang bersangkutan tidak pernah terlambat, malah melebihi saya sebagai kepala sekolah,” kata Anus.

Sementara itu, Kepala dinas P dan K kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, tidak berada di tempat saat akan dimintai tanggapan dinas terkait hal tersebut.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *