Banner-Top
Banner-Top

Pedagang Ancam Lapor Polisi Terkait Tindakan Pemda Matim Yang Semena-Mena

Polpp bersama Perindagkop bongkar lapak Pedagang. Foto/Yon Sahaja.
Polpp bersama Perindagkop bongkar lapak Pedagang. Foto/Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COMPemerintah Kabupaten Manggarai Timur, melalui dinas Perindagkop bersama Polisi Pamong Praja membongkar paksa pagar dan lapak jualan yang dibangun pedagang sembako di Pasar Borong, Manggarai Timur, Kamis, 14 November 2019. Aksi ini mendapat perlawanan dari para pedagang.

Menurut pedagang, pagar bambu yang dibangun merupakan aksi penolakan terhadap rencana Pemda yang ingin membangun pagar tembok setinggi 170 centi meter. Dinilai, rencana pembangunan pagar oleh Pemda Manggarai Timur tersebut tidak sesuai dengan batas tanah milik warga dengan Pemerintah.

Menurut warga, soal pembangunan pagar oleh Pemda tidak menjadi soal, asalkan pagar tersebut harus sesuai dengan batas tanah Pemda dan warga.

Saya menolak pembongkaran ini, kami sudah puluhan tahun di sini. Batas tanah kami dengan pemerintah sesuai sertifikat. Kalau mau pagar harus di seberang jalan. Batas tanah Pemda itu di seberang jalan.  Jadi, kami menolak pagar tembok itu. Boleh bangun, tapi harus sesuai dengan batas tanah dalam sertifikat. Jangan begini caranya, kami mau bupati Manggarai Timur turun langsung ke sini,” ujar Untung, salah satu pemilik tanah di bagian Timur Pasar Borong.

Untung dan beberapa pedagang lainnya akan melaporkan masalah tersebut ke pihak berwenang.

Tindakan ini semena-mena, dan kami akan tempuh jalur hukum. Kami punya sertifikat jelas. Kami tidak mempersoalkan pembangunan pagar, yang penting jangan bangun di tanah milik kami,” tambah Untung.

Sementara itu, kepala dinas Perindagkop Manggarai Timur, Fransiskus P. Sinta, kepada awak media mengatakan bahwa rencana pembangunan pagar tembok tersebut untuk mengamankan aset Pemda Matim dan untuk membenah lokasi Pasar lebih baik.

Kita hanya mengamankan aset Pemda. Terkait batas tanah tersebut, jelas ada pilar yang di tanam. Sehingga kita bangun pagar persis pada pilar yang telah dipasang. Soal aksi penolakan itu adalah hak pedagang. Selama ini, kondisi pasar terlihat kurang bersih dan tidak ada nilai estetika. Jadi agar memiliki nilai estetika, kita akan tertibkan lapak pedagang dengan cara bangun pagar agar tidak merusak pemandangan pasar. Soal mau lapor ke pihak berwenang, itu hak mereka dan kita siap secara hukum,” ucap Fransiskus.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top