Banner-Top
Banner-Top

Pembangunan Infrastruktur Jalan Mandek, Kades Terpilih Di Desa Golo Lalong, Diduga Tidak Transparan

Proyek jalan yang diduga mandek di Desa Golo Lalong. Foto/Nardi Jaya.
Proyek jalan yang diduga mandek di Desa Golo Lalong. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COMSejumlah pembangunan fisik di Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran. Hal tersebut dikuatkan ketika Posflores.com lakukan investigasi ke lokasi pembangunan, setelah mendapat laporan dari masyarakat. Terlihat beberapa proyek desa yang memang tidak memasang papan tender, salah satunya adalah proyek infrastruktur jalan.

Masyarakat yang di temui di lokasi pembangunan mengungkapkan bahwa, proyek tersebut mandek, sementara material sudah diturunkan sejak beberapa bulan namun tidak kunjung dikerjakan.

Materialnya sudah lama diturunkan, namun belum juga dikerjakan. Bahkan sebagiannya sudah dibawa  banjir,” tandas warga yang namanya enggan dimediakan.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa, Kepala Desa Golo Lalong, Kornelius Fisgratus, diduga memberikan laporan fiktif kepada Inspektorat Manggarai Timur (Matim) sehingga bisa kembali mencalonkan diri dan lolos periode kedua.

Ini pembangunan periode sebelumnya pak. Saat ini incumbent lolos lagi tetapi anehnya inspektorat memberikan rekomendasi pencalonan dan dia lolos. Entah laporan pertanggungjawabannya dulu fiktif, atau bagaimana, kami juga tidak tahu,” terangnya.

Posflores.com akhirnya mendatangi kediaman Pelaksana tugas (plt) Desa Golo Lalong, Yoseph Marut, di Kampung Tok. Kepada posflorrs.com, Yoseph membenarkan penyelewengan Dana Desa oleh incumbent kades terpilih, Kornelius.

Pencairan DD tahap ke dua kala itu, tanpa sepengetahuan saya. Tiba-tiba muncul SPJ untuk tanda tangan dan saya tolak itu. dasar penolakan karena tidak ada dokumen dasarnya sama sekali. Dokumen yang dimaksud adalah RAB dan APBDes. Ternyata yang urus semua itu TPK sama bendahara desa dan status mereka adalah suami istri. Dana tersebut sudah dieksekusi dan pembangunan fisiknya seperti yang dilihat. Hampir tiap malam ada yang jatuh motor karena hamparan yang berserakan dan licin,” papar Yoseph.

Dirinya menambahkan, sejumlah aset Desa belum diserahkan kepadanya sebagai Plt, namun dipakai incumbent (Kornelius) untuk kepentingan kampanye saat ajang Pilkades.

Aset desa seperti sepeda motor, laptop dan lain sebagainya belum diserahkan kepada saya. Malah dia gunakan untuk kampanye waktu itu,” tutur Yoseph

Terkait hal tersebut, Yoseph mengaku sudah melakukan pengaduan di Dinas Inspektorat dengan tembusan Bupati, Wakil Bupati, Dinas PMD dan Camat Borong, namun tidak ditanggapi.

Tanggal 26 Oktober 2019 itu, saya sudah mengadu ke inspektorat Matim dengan tembusan Bupati, wakil Bupati, PMD dan Camat untuk datang audit. namun, sampai sekarang tidak ada tanggapan dari sana,” pungkasnya

Posflores.com terus melakukan penelusuran dan mencoba menghubungi kades terpilih, Kornelius Fisgratus, melalui sambungan telepon. Namun nomornya sedang tidak aktif. Informasi yang diperoleh media ini, sejumlah warga sudah melaporkan kasus ini di Tindak Pidana Korupsi Ruteng.(*)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top