Ming. Feb 23rd, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Pemda Matim Bangun Pagar Pembatas Di Pasar Borong Dengan Pagu Dana 200 Juta

3 min read

Tembok pembatas di Pasar Borong mulai dikerjakan. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Proyek pembangunan tembok pembatas yang berlokasi di sisi timur  Pasar Inpres Borong, Kabupaten Manggarai Timur mulai dikerjakan, walau mendapat penolakan dari sekelompok warga.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus P. Sinta
ketika ditemui Posflores.com diruang kerjanya Selasa (19/11) membenarkan hal tersebut.

Betul. Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi pada tanggal 25 Juni 2019 lalu, dan mereka pada saat itu tidak keberatan, bahkan mereka bongkar sendiri stand-stand, tembok rumah permanen, karena mereka sudah tahu pilar pembatas tanah yang telah ditentukan. Lalu ketika kemarin pada tanggal 13 November kita lakukan pembongkaran, ada yang bertanya mengapa dibongkar pak. Saya pun  bilang ke mereka (warga) Sebenarnya pertanyaan itu tidak perlu, karena kamu bangun lagi lapak liar di sini dan tidak taat lagi. Nah itu yang kami bongkar dan semuanya berdasarkan hasil kesepakatan. Semua data dan dokumentasi lengkap masih kita simpan di sini,” jelas Fransiskus.

Ditemui pada tempat  yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Koperindag, Vinsensius, kepada Posflores.com menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah mulai dikerjakan dengan pagu dana sebesar Rp 200.000.000, (dua ratus juta rupiah).

Iya betul. Besok, papan informasi proyeknya akan ditempel dengan pagu dana sebesar 200 juta dengan perjanjian kontrak 50 hari kalender. Kontraktor pelaksana proyek adalah PT. Gramedia Konstruksi, Bagian perencananya adalah CV. Barometer NTT dengan pengawas CV. Acidatama Perkasa.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, melalui bagian Humas dan Protokol Agus Supratman, mengatakan bahwa  hal ini dilakukan demi pengamanan aset aset milik daerah yang selama ini belum ditata dengan baik secara fisik, termasuk secara administrasi.

Pagar tembok pasar borong bagian timur yang dibangun Pemda Matim tidak akan menutup akses masuk ke rumah warga yang berbatasan langsung dengan tanah Pemda. Pagar nantinya akan dibuatkan beberapa pintu pada pagar tembok sesuai kebutuhan,” jelas Agus.

Kemudian menurut Agus, pada bagian luar tembok akan dibangun jalan stapak.

Di luar tembok nanti dibangun jalan setapak biar warga yang keluar masuk pintu pagar merasa nyaman dan tidak becek kalau musim hujan. Jalan setapak itu tetap akan dibangun pada bidang tanah milik Pemda dan tidak akan mencaplok tanah milik warga”, terangnya.

Terkait permintaan warga agar bangun tembok pembatas yang pendek, Agus menjelaskan, bahwa setiap pembangunan fisik milik Pemda memiliki standar dan pertimbangan tertentu.

Pembangunan tembok pagar pengamanan itu sesuai petunjuk standar proyek serta memenuhi kajian serta rencana yang matang”, katanya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, bahwa semua pedagang yang selama ini menjajakan barang dagangannya dilokasi pembangunan, diminta menempati tempat yang telah disiapkan pemerintah.

Area itu bukan tempat jual sayur mayur, dan juga warga diminta jangan gunakan tempat sepanjang pagar itu untuk jual sayur atau dagangan lainnya. Silakan jual sayur ditempat yang telah disediakan. Mari kita biasakan diri disiplin berjualan biar kelihatan bersih, rapi dan tertata”, terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa area sepanjang pembangunan pagar pembatas itu sudah menjadi kumuh, oleh karena itu pemerintah buat tempat itu menjadi bagus.

“Pemerintah selalu buat yang terbaik buat warga. Tempat itu kumuh sekali. Tempat itu ditata dan drainasenya dibuat bagus  biar bersih serta bebas dari genangan us.

Agus meminta, kiranya warga pasar yang berhubungan langsung dengan pembangunan pagar pengaman dimaksud untuk memahami niat baik Pemda serta mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah demi kebaikan bersama.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.