Banner-Top
Banner-Top

Pemda Matim dinilai Mendapatkan Penghargaan yang Gagal

Lasarus Jehamat. Foto/Ist.
Lasarus Jehamat. Foto/Ist.

MANGGARAI TIMUR — Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu dari lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang masuk dalam prioritas penanganan kemiskinan ekstrem oleh pemerintah pusat tahun ini.

Status Kabupaten Manggarai Timur yang masuk dalam kategori kabupaten “Kemiskinan Extrem” di NTT ini ditanggapi pengamat politik Undana Kupang, Lasarus Jehamat.

Lasarus mengatakan, label kemiskinan extrem tersebut bisa saja menjadi permainan pemerintah pusat untuk merayu Pemda Matim agar tetap berada di zona miskin untuk eksperimen alokasi anggaran.

“Ada dua dampak di sana, pertama; Pemda Matim menutup rapat data bopeng kemiskinan dan beragam masalah selama ini. Kedua, Pemda Matim terhegemoni oleh kekuatan dan dominasi pusat untuk satu dua kepentingan ekonomi politik. Bisa saja menjadi permainan pemerintah pusat untuk merayu Pemda Matim agar tetap berada di zona miskin untuk eksperimen alokasi anggaran,” kata Jehamat, Jumat (22/10).

Jehamat menambahkan, Pemda Matim baru saja mendapatkan penghargaan dan hal tersebut sangat jelas bahwa, hukum transaksional berada di sana.

“Penghargaan itu yang kontradiktif karena bisa saja pemda matim merayu pusat agar bisa mendapatkan penghargaan dan ternyata penghargaan itu gagal dan tidak sesuai kenyataan,” tambahnya.

Pernyataan Jehamat tersebut berangkat dari rasa prihatin atas status Kabupaten Manggarai Timur yang masuk dalam kategori dengan tingkat kemiskinan ekstrem di NTT.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Manggarai Timur menduduki posisi lima (5) kabupten kemiskinan extrem di NTT dengan tingkat kemiskinan 26,52% dari jumlah penduduk miskin 76.690 jiwa.

Tingkat kemiskinan ekstrem, 15,43% jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa. pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem 11,71%, tidak bersekolah 73,29%, lulusan Sekolah Dasar (SD) 2,45%, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 12,55%, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tidak ada yang lulus PT (Perguruan Tinggi).

Lapangan pekerjaan, 49,70% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian.
Infrastruktur dasar, rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 43,12% tidak memiliki listrik, 12,95% tidak memiliki toilet, 63,05% tidak memiliki akses air minum layak.
Akses Keuangan dan sumber pembiayaan,
32,42% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, hanya 18,25% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan. Realisasi penyaluran KUR (per Mei 2021) di Nusa Tenggara Timur 1,21%. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top