Banner-Top
Banner-Top

Pemda Matim Gelar Panen Perdana Ikan Nila di Kota Komba

Bupati Matm panen ikan Nila Di Kota Komba. Foto/Nardi Jaya.
Bupati Matm panen ikan Nila Di Kota Komba. Foto/Nardi Jaya.

BORONG, POSFLORES.COMPemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menggelar kegiatan panen perdana budidaya ikan nila sistem bioflok di Seminari Pius XII Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba pada hari Senin, (2/3/2020).

Budidaya ikan nila sistim Bioflok di Seminari Pius XII Kisol merupakan bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Balai Besar Perikanan Budidaya air tawar Sukabumi, melalui Dinas Ketahanan pangan dan perikanan Matim, awal Desember tahun 2019 lalu.

Romo Preses Seminari Pius XII Kisol Os Harjo Pr, dalam sambutannya mengatakan Budidaya ikan nila sangat penting untuk peningkatan gizi peserta didik di Sekolahnya. Selain itu, keberadaan ikan menghemat pembiayaan karena tidak lagi harus ke pasar untuk membelinya.

Budidaya ikan nila sangat bermanfaat bagi para peserta didik di sekolah kami. Kami juga tidak lagi membeli ikan di pasar melainkan bisa langsung membelinya disini. Selain ikan nila, ada juga ikan lele yang sudah kami budidaya dan berjalan sukses,” kata pastor Os.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Matim, kepada posflores.com menjelaskan budidaya ikan sistem bioflok dengan sejumlah keunggulan, diantaranya:

Pertama, meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate/SR) hingga lebih dari 90 persen dan tanpa pergantian air. Air bekas budidaya juga tidak berbau, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan.

Kedua, Feed Conversion Ratio (FCR) atau perbandingan antara berat pakan dengan berat total (biomass) ikan dalam satu siklus periode budidaya mencapai 1,03. Artinya 1,03 kg pakan menghasilkan 1 kilogram ikan Nila. Jika dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa FCRnya mencapai angka 1,5.

Ketiga, padat tebarnya pun mampu mencapai 100-150 ekor / m3 atau mencapai 10-15 kali lipat dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa yang hanya 10 ekor / m3.

Keempat, aplikasi sistem bioflok pada pembesaran ikan nila juga telah meningkatkan produktivitas hingga 25 – 30 kg / m3 atau 12-15 kali lipat jika dibandingkan dengan kolam biasa sebesar 2 kg / m3.

Kelima, waktu pemeliharaan lebih singkat, dengan benih awal yang ditebar tinggi 8 – 10 cm, selama 3 bulan pemeliharaan, benih ini mampu tumbuh hingga ukuran 250 – 300 gram / ekor untuk mencapai ukuran yang sama di kolam biasa membutuhkan waktu 4-6 bulan .

Keenam, Ikan Nila dari hasil budidaya sistem bioflok lebih optimal sebagai hasil pencernaan makanan yang optimal. Komposisi daging atau karkasnya lebih banyak, juga kandungan air dalam dagingnya lebih sedikit.

Dalam pemeliharaan ikan sistem bioflok yang perlu dijaga adalah cadangan oksigen yang larut dalam udara, karena oksigen disamping diperlukan ikan untuk pertumbuhan juga dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan kotoran atau sisa pengeluaran di udara,” jelasnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, Wakil Bupati, Stefanus Jaghur, Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan, para Kepala Dinas, Kepala Bagian, aparat keamanan dari Polres Matim dan babinsa.

Bupati Matim, Agas Andreas pada kesempatan mengungkapkan bahwa Sangatlah penting sebagai orang manggarai yang menjunjung tinggi adat istiadat, memelihara hewan seperti babi, ayam, kambing, sapi, dan jenis hewan lainnya seperti ikan.

Dirinya juga berkomitmen agar di Seminari Pius XII Kisol nantinya menjadi pusat pembibitan anakan babi.

Saya berkomitmen supaya menjadikan Seminari kisol ini sebagai pusat pembibitan babi, agar masyarakat nanti ambil babi di seminari untuk dipelihara terus dananya Pemda yang bayar,” ungkap Agas

Selain itu, Agas juga berjanji untuk menata jalan dan tugu selamat datang di seminari tertua yang telah mencetak ribuan Pastor itu.

Ada jatah 2 miliyard untuk penataan jalan di seminari. Tinggal tunggu tendernya saja” tutupnya.

Pantauan Posflores.com, rombongan Pemda Matim tiba di Lokasi sekitar pukul 9:30, dan diterima secara adat melalui acara “kepok sundung” oleh tetua adat. [Nardi Jaya]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top