Banner-Top
Banner-Top

Penanganan Stunting di Mabar Perlu Korvegensi

Ppetemuan korvergensi penanganan stunting secara spesifik di Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Hotel Green Pundi, Labuan Bajo, Selasa (25/8/2020).
Ppetemuan korvergensi penanganan stunting secara spesifik di Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Hotel Green Pundi, Labuan Bajo, Selasa (25/8/2020).

LABUAN BAJO, POSFLORES.COM-Penanganan masalah stunting di Kabupaten Manggarai Barat (Barat) perlu dilakukan dengan cara korvergensi atau kolaborasi lintas Organsisasi Perangakat Daerah (OPD).

“Dinas kesehatan, Pertanian, PPO, Perikanan, Peternakan, BKBN, PMD dan instansi lain harus bersama-sama keroyok untuk menangani masalah stunting di Manggarai Barat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi D. P. Ataupah saat menghadiri petemuan korvergensi penanganan stunting secara spesifik di Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Hotel Green Pundi, Labuan Bajo, Selasa (25/8/2020).

Kendati demikian, jelas dia, mewujudkan kolaborasi itu, dibutuhkan kecakapan Badan Perencaan Daerah (Bapeda) dan Sekretaris Daerah di kabupaten itu.

Ia menilai penangangan stunting di daerah itu belum optimal. Hal tersebut disebabkan asupan jenis makanan dan pola asuh anak. Disebutkan angka stunting di Kabupaten Manggarai Barat menurun dari 27 % pada tiga tahun lalu menjadi 19,7 %.

“Walau tanah di Manggarai subur, tetapi orang tua tidak mengetahui makanan yang bergizi dan pola asuh anak seperti aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, yang baik,” ujarnya.

Kendati demikian Kadis Meserasi optimis, angka stunting di Manggarai Barat terus menurun hingga di bawah lima persen. Apalagi jelasnya, NTT saat ini tengah menargetkan angka stunting di semua kabupaten di bawah lima persen.

“Para konstestan pilkada harus mengangkat isu ini juga. Stunting itu menggabarkan kesejahteraan. Kalau potensi alamnya bagus, infrastrukturnya bagus, aksesnya bagus, masyarakatnya ramah, tetapi kalu masih ada stunting, itu yang menjadi catatan bagi para wisatawan,” pintahnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Dinas Kesehatan Manggarai Barat, BKKBN, Dinas PKO, Bapeda, Camat, Lurah dan Kepala Desa (San)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top