Banner-Top
Banner-Top

Pengakuan Dadu, Terduga Pelaku Percobaan Pembunuhan di Kota Komba

Romanus Dadu. Foto/Yon.
Romanus Dadu. Foto/Yon.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Romanus Dadu (54), terduga pelaku percobaan pembunuhan terhadap Nardi Jaya (Wartawan Bidiknews.Id) di Kota Komba, Manggarai Timur, mengaku tidak melakukan aksi brutal seperti yang dituduhkan korban kepadanya.

Hal itu dikatakan Dadu saat ditemui posflores.com di kediamannya di Kampung Rana Meti, Kelurahan Rongga Koe, Senin, 17 Mei 2021. Menurut Dadu, pelapor (Nardi Jaya) pada pada malam sebelumnya melempar rumahnya.

“Semua yang mereka tuduhkan itu tidak benar. Saya berani sumpah, demi Tuhan saya tidak melakukan itu. Nardi dan adiknya (Pangkrasius) datang di halaman rumah saya dengan marah – marah. Makanya saya ke luar bawa dengan parang untuk berjaga – jaga. Sampai di luar dia punya adik datang rebut parang di saya dan tangannya terluka. Saya tidak tahu luka di leher Pangkarius, mungkin itu kena pagar bambu di depan rumah saya. Saya memang siang harinya mabuk, tapi saya tidak pernah maki apalagi ancam perkosa istri Nardi. Saya hanya ngamuk – ngamuk dari rumah karena pada malam sebelumnya Nardi lempar rumah saya tanpa sebab,” jelas Dadu.

Dadu menambahkan, pihaknya mengetahui Nardi yang melempari rumahnya atas informasi orang yang melihatnya.

“Ada yang kasih info ke saya jika Nardi yang lempar rumah saya. Lalu pada hari Jumat saya ngamuk – ngamuk dari rumah, dan saya tidak maki dia,” Dadu menambahkan.

Pengakuan Saksi

Pernyataan Dadu dibantah oleh saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak sembilan (9) orang saksi mengatakan jika yang melakukan penyerangan terhadap Nardi dan Adiknya adalah Dadu.

EN, salah satu saksi kejadian tersebut mengaku jika pada malam kejadian tersebut, mereka berada sekitar 10 meter dari lokasi Nardi.

“Kami sedang main game di lokasi bersama teman – teman termasuk saudara Pangkarius, soalnya di lokasi tersebut jaringan internetnya bagus. Sedangkan saudara Nardi berada di depan kami sekitar jarak 10 meter sedang mengetik berita. Sekitar 20 menit kami main game, kami dengar saudara Pangkarius berteriak sambil berlari jika ada yang datang menghampiri Nardi dengan sebilah parang. Lalu kami berteriak dan warga lain pun datang dan mengamankan parang milik Dadu. Saat kami mendekat, saudara Pangkarius ini sudah berdarah di bagian leher dan tangannya,” kata EN.

Pernyataan Polisi Saat Olah TKP

Sementara itu Kapolsek Kota Komba, Ipda I Ketut Kantun saat gelar olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Senin, 17 Mei 2021, mengatakan alasan jika terduga pelaku tidak ditahan sudah sesuai SOP. Menurut Kantun, setelah pemeriksaan saksi dan korban baru dikembangkan ke tahap lebih lanjut.

“Kita tidak tahan terduga pelaku. Kita ikuti SOP (Standar Operasional Prosedur). Setelah ini kita periksa saksi dan korban, baru kita kembangkan hasil pemeriksaan tersebut,” jelas Kantun.

Kantun mengatakan, bila terbukti bersalah maka terduga pelaku dapat dipenjara selama 2 tahun. Menurutnya, Polisi akan menangani persoalan ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat, 15 Mei 2021, Nardi Jaya melaporkan Romanus Dadu ke Polsek Waelengga atas tindakan Dadu yang diduga hendak membunuhnya. Menurut Nardi, walau parang yang digunakan Dadu tidak mengenainya, namun adiknya (Pangkarius) menjadi korban aksi brutal Dadu.

“Adik saya kena sabetan parang di bagian leher dan tangan. Dia mencoba menghalau Dadu saat Dadu mengahampiri saya dengan parang. Akibatnya, tangan dan leher adik saya terluka cukup dalam. Tangannya mendapat tujuh (7) jahitan. Saya berharap, Polisi bisa menghukum pelaku ini sesuai perbuatannya. (Yon)

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top