Penghasilan Sopir Angkot di Borong Kian Merosot

Borong, Posflores.com-Penghasilan sejumlah sopir Angkutan Kota (Angkot) di Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, kian merosot. Hal tersebut disebabkan pemberlakukan aturan pembatasan jumlah penumpang.

“Sesuai kapasitas seharusnya angkut penumpang 12 orang. Aturan baru menyusul pemberlakukan new normal hanya mengizinkan lima orang saja,” ujar Marsel (30), salah seorang sopir angkot saat diwawancarai Posflores.com, di terminal Pasar Borong, Rabu (29/7/2020).

Pria asal Kampung Mera, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba itu, mengaku, selama massa pandemik virus corona, penghasilan yang diperoleh tidak mengalami perubahan signifikan. Bahkan kian merosot, hingga pemerintah memberlakukan New Normal (kenormalan baru).

“Sebelum bencana virus ini, penghasilan saya mencapai Rp.500.000 per hari. Waktu masa pembatasan sosial hanya Rp.100.000 per hari. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan situasi sekarang ( new normal),” terangnya.

Kendati demikian, Marsel, mengatakan dirinya tetap menekuni pekerjaan yang sudah ia lakoni lima tahun belakangan. Ia menghimbau, para penumpang angkot, tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Bagi saya tidak ada pilihan lain. Saya sendiri selalu pakai masker. Kalau ada penumpang yang tidak mengenakan masker, saya tidak izinkan mereka. Apalagi sekarang kan jumlah penumpang dibatasi,” tukasnya.

Ia pun berharap, musibah Covid-19, ini segera berakhir, sehingga tidak ada lagi pembatasan jumlah penumpang. Ia menilai, aturan tersebut sangat berdampak bagi para sopir angkot.

“Ya, semoga saja musibah ini cepat berakhir. Karena bagi saya, meskipun kita sudah masuk masa new normal, tetapi itu tidak menjamin penghasilan ekonomi yang lebih baik. Karena khusus kami sopir harus batasi jumlah penumpang,” pintanya. (man)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

News Feed