Banner-Top
Banner-Top

Perajin Sopi di Kota Komba ini Mampu Raup Jutaan Rupiah dalam Sehari

Oktovianus saat beraktifitas. Foto/Yunt.
Oktovianus saat beraktifitas. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR — Oktovianus Lodho (43), sang peracik sopi (minuman alkohol) asal Kampung Mabaruju, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba mengaku mampu meraup jutaan rupiah dari meracik sopi.

Dalam sehari, Oktavianus mengaku mampu memproduksi sopi pesananan pelanggan sebanyak 50 liter. Hal itu dikatannya saat disambangi posflores.com di kediamannya di Kampung Mabaruju, Selasa, 27, Juli 2021.

Untuk menyadap hingga meramu sopi, Oktovianus mengatakan hanya menggunakan alat tradisional seadanya. Adapun ruang tempat memasak moke milik pria berambut gondrong tersebut sangatlah sederhana. Ukurannya kurang lebih 10 meter persegi.

“Dalam sehari saya mampu menghasilkan satu jerigen jumbo atau 50 liter sopi. Kalau ditotal ke rupiah bisa mencapai satu juta rupiah dengan harga kisaran Rp.20.000 higga Rp.60.000 per botol. Untuk menyadap dan memasak sopi saya hanya menggunakan peralatan sederhana saja,” ujar Oktovianus.

Pria kelahiran 21 Juli 1978 itu mengatakan, dari hasil meracik sopi dirinya dapat menghidupi keluarga hingga membiayai sekolah anak – anaknya.

Pria murah senyum tersebut mengungkapkan bahwa untuk menghasilkan sopi satu jerigen 9 liter, pihaknya harus memasak moke putih sebanyak satu jerigen ukuran 50 liter.

“Untuk menghasilkan sopi 9 liter, saya harus memasak moke putih satu jerigen ukuran 50 liter. Dalam satu minggu saya harus bekerja keras demi memenuhi pesanan pelanggan. Apalagi kalau pesanan banyak. Itu siang malam saya harus beraktifitas. Jika saya pergi panjat lontar untuk ambil tuak, maka istri saya di rumah yang memasaknya,” ungkap Otovianus.

Namun kata Oktovianus, produksi tuak dari pohon lontar tidak selalu ada setiap bulan. Menurutnya, hanya bulan tertentu saja lontar menghasilkan tuak sebagai bahan baku sopi.

“Hanya bulan Mei hingga Desember saja kita sadap. Untuk bulan Januari hingga April pohon lontar belum berproduksi karena belum tumbuh rangkai penghasil moke putihnya. Sopi hasil racikan saya sudah tersebar luas sampai ke pelosok di Kota Komba bahkan NTT pada umumnya,” papar Oktovianus. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top