Perampok Masuk Kos, Mahasiswi Asal Matim Ancam Dibunuh

Ilustrasi perampok

KUPANG, POSFLORES.COMMalang nian nasib dua mahasiswi asal Manggarai Timur, YS dan ED. Laptop bersama dua buah hp  raib dirampas perampok yang nekad masuk kos pada Minggu, 3 Mei 2020. YS dan ED saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Kota Kupang.

Kejadian yang menimpa kedua mahasiswi asal Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong tersebut, terjadi di kamar kos yang mereka tempati, yakni di area Stim, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang sekitar pukul 24.30 witta.

Kejadian itu bermula ketika ED, keluar dari kamar kos menuju toilet sekitar pukul 24:27 witta. Sesaat setelah ED keluar dari Kamar, Satu orang perampok menyelinap masuk ke kamar kos milik keduanya.

Ketika perampok masuk, YS sahabat ED, saat itu sedang duduk bersandar di tembok kamar sambil memegang Hp miliknya. Melihat YS, sang perampok kemudian mengancamnya dengan pisau tajam yang ia bawa.

Saat itu, YS tidak berdaya karena diancam orang tak dikenal tersebut dengan pisau. Dengan leluasa perampok berhasil membawa satu buah laptop dan dua buah Hp samsung J2 prime milik keduanya.

“Jujur saya tidak berdaya melihat perampok itu mengancam saya menggunakan pisau,” jelas YS kepada posflores.com, Rabu, 6 Mei 2020.

YS mengaku bahwa, saat itu dirinya tidak bisa teriak minta tolong kepada tetangga. Ia hanya bisa teriak ketika perampok keluar dari kamar kos.

Sementara itu, ED teman YS bercerita, ketika keluar dari toilet, dirinya melihat satu orang perampok keluar dari kamar dan satu orang lagi berada di gerbang kos.

“Saat saya keluar dari toilet, saya melihat satu orang perampok keluar dari kamar dan satu lagi ada di gerbang kos,” kata ED.

ED mengatakan, saat keluar dari kamar kos, perampok tersebut berlari sangat cepat menuju area hutan yang ada di sekitar kos yang mereka tempati.

“Saya lihat satu perampok lari sangat kencang menuju hutan disekitar sini,” kata ED.

Atas kejadian itu, keduanya mengaku mengalami kerugian sekitar Rp. 7.000.000. YS dan ED mengtakan bahwa, banyak tugas kuliah yang hilang akibat laptop dan hp milik mereka dirampok. Kedunya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang dan mengabarkan kejadian tersebut kepada orangtua di Matim.

“Banyak tugas yang dikasih Dosen selama masa Covid-19, jadi hilang semua,” ungkap YS dan ED. [Ignas Tulus]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0