Banner-Top
Banner-Top

Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak-anak Mereka

Suster Maria Helmina Jeniu Mbc. Foto/koleksi pribadi.
Suster Maria Helmina Jeniu Mbc. Foto/koleksi pribadi.

Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak-anak Mereka

Oleh: Suster Maria Helmina Jeniu Mbc, tinggal di Italia

POSFLORES.COM--Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat dan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan seseorang, sehingga peran dan fungsi keluarga menjadi posisi yang sangat penting dalam proses perkembangan anak. Tugas utama keluarga merupakan untuk memenuhi kebutuhan jasmani rohani dan sosial anggota keluarganya yang mencakup pemeliharaan, perawatan, pembimbingan dan perkembangan kepribadian anak-anak nya dan memenuhi kebutuhan emosional dari setiap anggota keluarga. Orang tua adalah guru pertama bagi anak, terutama sebagai guru bahasa, guru moral, guru agama dan guru sosial bagi anak-anaknya, orang tua adalah faktor penentu kesuksesan bagi anak-anaknya.

Seiring dengan berjalanya waktu terkadang keluarga tidak bisa memenuhi kewajiban seperti yang diuraikan di atas karena berbagai faktor dan kondisi antara lain:

  • Kesibukan orang tua dengan pekerjaan masing-masing, seperti di negara-negara maju dan kota-kota besar yang masuk kerja pagi dan pulang malam, sehingga orang tua tidak mempunyai kesempatan untuk mengasuh, mengarahkan, melatih, mengajarkan dan memberi perhatian serta pengawasan langsung terhadap pembinaan anak hal ini akan menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan moral anak.
  • Keadaan ekonomi orang tua yang tidak mampu, yang menghambat proses pertumbuhan secara maksimal yang berakibat anak putus sekolah, bekerja sebelum waktunya, atau berkeliaran di jalanan.
  • Dengan kemajuan teknologi yang semakin hari semakin pesat, nilai-nilai utama yang mendasar dalam keluarga pelan-pelan hilang karena masing-masing anggota keluarga sibuk dengan alat-alat teknologi seperti telepon genggam, video game, interaksi di media sosial, dan melalaikan tugas utama untuk mengurus anak-anaknya
  • Orang tua kurang menyadari bahwa pendidikan pertama bagi proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak ada di tangan mereka.
  • Kurang adanya komunikasi atau dialog interpersonal dalam keluarga baik antara orang tua dan anak maupun sebaliknya.
  • Jika masalah-masalah ini tidak diperhatikan dan tidak ditangani secara dini dalam keluarga , cepat atau lambat kehidupan keluarga tersebut akan mulai terganggu. Beberapa cara untuk bisa mengantisipasi dari berbagai masalah tersebut adalah dialog antara anggota keluarga. Dialog adalah cara yang terbaik yang bisa membawa dan mengarahkan seseorang untuk bisa memecahkan, menjelaskan, menyampaikan keluhan dan kebutuhan dari anggota keluarga tersebut dengan rendah hati dan sopan santun. Hindari sikap mencari kesalahan pasangan, alangkah baiknya bercermin diri untuk melihat kekurangan masing-masing karena apa yang menurut kita benar belum tentu benar di mata orang lain. Sebelum menyalahkan pasanganmu tempatkan posisimu sebagai dirinya (empati) bagaimana rasanya jika kita disalahkan terus-menerus. Mari kita renungkan Sabda Tuhan dalam injil Santu Matius 7:1 ’’Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak di hakimi’’ dan Matius 7:3 ‘’Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu tidak engkau ketahui.’’

Dalam menyampaikan sesuatu kita tidak perlu marah-marah dan bersuara tinggi seperti yang dikatakan Santu Pauluskepada umat di Efesus bab 6:4 ’ Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapididiklah mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan.’’dalam hal ini santu Paulus mengingatkan kepada kita untuk berhati-hati dan menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anak, mendidik dengan amarah hanya merusak proses pertumbuhan dan perkembangan anak dan akan berdampak negatif kedepanya, dan dia tidak akan menerima dan mendengar lagi orang tuanya, tetapi jika kita mendidik anak dengan sopan, dengan penuh kasih sayang, penuh perhatian, meminta bantuan lebih banyak dari pada memerintah, niscaya anak ini akan bertumbuh sehat, riang gembira dan kelak akan menjadi anak yang baik.

Mengasihi anak bukan berarti memberi dan menuruti semua apa yang dia mau, dalam kitab Amsal 29:15 mengatakan ‘’Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.’’ Jika kita benar-benar mengasihi anak-anak kita maka bimbinglah mereka dengan hidup yang sehat, didiklah dengan sabar tunjukan yang terbaik untuk anak-anak karena hanya lewat keteladanan dan komitmen yang kuat mereka akan mengikutinya kelak. Disiplin dalam hidup berkeluarga perlu diterapkan demi kebaikan sang anak, membiarkan anak berlaku buruk, mengikuti semua permintaanya, dan membiarkan dia terjun pada dunia-dunia yang tidak membantu proses pertumbuhan ke arah yang lebih baik, sama saja membunuh dan menghancurkan masa depan anak itu sendiri, kelak dia bukan hanya merugikan dan mempermalukan keluarga, tetapi juga kehidupan bermasyarakat di sekitar.

Dalam mendidik anak-anak yang perlu diperhatikan adalah :

  • Usahakan adanya keseragaman dan kerja sama yang baik antara suami dan istri dalam membimbing anak-anak, supaya anak-anak terarah dan mendapat perlakuan yang sama.
  • Dididik dengan penuh cinta dan kasih sayang, persahabatan dan penuh pengertian sesuai dengan tahap-tahap perkembangan mereka.
  • Usahakan agar sistem otoritas yang berlebihan itu tidak diperbolehkan,
  • Ketegasan dalam membimbing serta kasih sayang harus seimbang.
  • Dalam menghadapi berbagai perselisihan hendaknya pasangan suami istri menyelesaikannya dengan tenang dan terpisah dari anak-anak supaya proses pertumbuhan anak-anak tidak terganggu.

Anak-anak adalah anugerah Tuhan, mereka berharga di mata Tuhan, lindungilah dan rawatlah mereka dengan penuh kasih sayang, walaupun dalam mendidik anak tidaklah mudah, marilah kita sama-sama bergandeng tangan, saling menguatkan,mengingatkan satu sama lain agar kehidupan keluarga kita tetap terjaga keutuhannya, dan menjadikan rumah kita tempat yang damai dan tentram bagi siapa saja masuk di dalamnya khususnya bagi setiap anggota keluarga. Segala sesuatu bisa di atasi dengan baik jika ada kekuatan cinta, saling pengertian,saling menghargai antara satu dengan yang lain. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang kita miliki, untuk segala berkat yang diterima sekecil apapun, karena itu hadiah dan anugerah Tuhan yang kita dapati dengan cuma-cuma. (*)

 

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top