Perjuangan Sang Guru Cantik dan Dua Belas Muridnya

BORONG, POSFLORES.COMPatut diberi diapresiasi untuk perjuangan seorang Guru dan kedua belas Muridnya di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Qalam Nanga Rema.

Sekolah (Tingkat Dasar) yang berada di Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur tersebut sesungguhnya sudah tidak layak untuk dijadikan tempat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

MIS Al-Qalam Nanga Rema, itulah nama yang sering orang sebutkan. Untuk mencapai sekolah yang berlokasi di Dusun Ncarung ini, para siswa dan guru harus menyeberangi aliran Sungai Nanga Rema yang lebarnya mencapai 50 Meter.

Bukan hanya Sungai yang menjadi tantangan berat bagi para murid dan guru, yang tak kalah miris yakni kondisi bangunan Sekolahnya. Sangat memprihatinkan. Bangunan reyot tidak layak huni ini menjadi satu-satunya ruang KBM bagi 12 orang siswa dan seorang guru.

Perjuangan Sang Guru

Tantangan berikutnya yakni perjuangan sang guru yang harus mengajar kedua belas muridnya dari tiga kelas berbeda yakni kelas satu (3 orang) kelas tiga (2 orang) dan kelas lima (7 orang).

Ita Purnama Sari (23), nama sang guru. Semenjak lulus kuliah pada tahun 2019 lalu, dirinya mulai mengajar di Sekolah MIS Al-Qalam, yakni pada bulan Februari 2020.

Ibu Ita, demikian nama panggilanya, merupakan guru satu-satunya yang mengajar di Sekolah tersebut. Dirinya harus mengajar tiga kelas dalam sehari.

“Sekolah ini didirikan pada tahun 2015 silam. Berdirinya sekolah atas dasar keinginan Masyarakat. Untuk ke Sekolah SD Katolik, jaraknya sangat jauh, apalagi harus melintasi suangai yang tanpa jembatan,” ujar Ibu Ita.

Menurut Ita, dengan alasan seperti itulah sehingga Sekolah Mis Al-Qalam didirikan. Masalah yang dihadapi sekarang kata Ita, adalah kekurangan buku pelajaran serta buku untuk literasi ana-anak.

“Setiap harinya saya harus mengajar tiga kelas, semuanya bisa dilalui dengan baik. Dalam banyak keterbatasan anak-anak begitu semangat dalam menerima pelajaran,” cerita Ita kepada posflores.com, Senin, 21 September 2020.

Menurutnya masih banyak kekurangan yang mereka rasakan di Sekolah tersebut, selain gedung yang tak layak, mereka juga tidak memiliki banyak buku untuk dibaca.

“Sebagai satu-satunya Guru yang mengajar di sini, mewakili siswa dan orangtua murid, saya berharap agar pemerintah bisa memperhatikan Sekolah ini. Mereka (siswa) adalah generasi yang harus diperhatikan,” tutup Ita.

Gaji Guru

Diceritakan Ita, dirinya menerima upah senilai Rp. 500.000, untuk sebulannya. Kata Ita, upah tersebut berasal dari dana Bos yang diterimanya setiap tiga bulan sekali. Dana tersebut dialokasikan dari Sekolah Induk.

Selain dari dana Bos, Ita juga mendapatkan anggaran dari uang komite siswa, yang dibayar 10 ribu per siswa dalam sebulannya.

Guru berparas cantik dan belum bersuami ini mengatakan, dirinya tidak berharap banyak dari Pemerintah. Dirinya hanya berharap agar pemerintah bisa menyalurkan buku pelajaran untuk para Muridnya di Sekolah tersebut. (Tim)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Berita Lainnya

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Berita Terbaru

Bupati Matim Minta DPRD Jangan Usulkan Program Baru

BORONG, POSFLORES.COM--Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Andreas Agas, menghadiri pembukaan rapat paripurna istimewa masa sidang 1 DPRD Kabupaten Manggarai Timur tahun dinas 2020/2021, Senin (26/10/2020)...

Seriuskah Pemda Matim Menangani Izin TMH di Cepi Watu?

EDITORIAL Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan solusi yang solutif terkait eksistensi tempat hiburan malam di Cepi Watu yang...

Pengacara Muda ini Soroti Kinerja Disnakertrans Manggarai Timur

JAKARTA, POSFLORES.COM--Ardi Gandung, Pengacara muda yang berkantor di Jakarta mempertanyakan sikap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur terkait laporan pekerja jaringan...

Kakak Ipar diduga Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas Enam Sekolah Dasar

LABUAN BAJO, POSFLORES.COM--Kasus dugaan pemerkosaan dilakukan kakak ipar terhadap adik ipar terjadi di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Tindakan amoral tersebut saat ini tengah...

Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT

Aliansi Solidaritas Besipae “Urgensi Masalah Kemanusiaan di Besipae NTT Pada tanggal 14 Oktober 2020, Rombongan Pemerintah Propinsi NTT melalui Polisi Pamong Praja, PORLI dan TNI...
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0